News / Nasional
Selasa, 07 April 2026 | 15:06 WIB
Sejumlah siswa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026. [Biro Pers Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Istana untuk Anak Sekolah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 7 April 2026.
  • Program ini bertujuan mengedukasi siswa mengenai sejarah bangsa, sistem pemerintahan, dan tempat pengambilan keputusan strategis negara secara langsung.
  • Pemerintah akan memperluas akses kunjungan ke delapan Istana Kepresidenan di seluruh Indonesia bagi siswa dari berbagai wilayah.

Christine yang mewakili keluarga besar SMKN 19 Jakarta mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang membuka akses Istana bagi pelajar.

“Anak-anak kami mendapatkan edukasi terkait dengan birokrasi di dalam pemerintahan, terutama di dalam Sekretariat Negara ini. Teman-teman kami juga, guru juga, senang sekali. Anak-anak kami juga merasa senang sekali kami dikasih yang perdana untuk kegiatan ini,” ujar Christine.

Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya menghadirkan rasa bangga, tetapi juga kejutan yang tak terduga.

Awalnya, rombongan hanya membayangkan mengikuti sesi diskusi. Namun, mereka justru diajak menjelajahi berbagai ruang di Istana Negara—sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan.

“Kami mengikuti dan di luar prediksi juga kita diajak room tour untuk melihat keadaan lingkungan di Istana Negara yang tadinya kami memang belum pernah masuk ke dalamnya, akhirnya kami sampai ke dalam juga, ruangan demi ruangan dan kita mendapatkan edukasi,” kata Christine.

Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini juga membuka ruang dialog bagi para siswa. Dalam sesi tanya jawab, para pelajar aktif menyampaikan aspirasi dan pertanyaan, termasuk bagaimana cara menyampaikan gagasan mereka kepada pemerintah.

Bagi Christine, pengalaman ini memiliki nilai pembelajaran yang kuat dan relevan dengan proses pendidikan di sekolah. Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung implementasi kebijakan publik yang selama ini mereka pelajari.

Kesempatan ini pun tidak datang begitu saja. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah secara aktif mencari informasi dan mengajukan permohonan untuk dapat terlibat dalam program tersebut.

“Kebetulan memang ada kegiatan dari program-program pegawai yang masuk ke sekolah. Dari situ kami mendapat informasi. Akhirnya kami mencoba follow up apakah setiap ada kegiatan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Kabinet bisa kami ikut sertakan,” kata Christine.

Baca Juga: Pasukan Bawah Tanah Prabowo: Narasi Mengarah Delegitimasi Pemerintah Harus Dilawan!

Antusiasme siswa dan guru menjadi bukti bahwa pengalaman langsung memiliki dampak yang jauh lebih dalam.

Mereka pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi juga membawa mimpi bahwa suatu hari nanti mereka pun bisa berada di sana dan menjadi bagian dari generasi yang memimpin serta membangun Indonesia.

Load More