News / Nasional
Selasa, 07 April 2026 | 19:34 WIB
Aksi ratusan mahasiswa BEM di gedung Komnas HAM mendesak usut tuntas kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus, Selasa (7/4/2026). (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa Aliansi BEM SI wilayah BSJB mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/4/2026) sore.
  • Massa menuntut pembebasan tahanan politik, penuntasan kasus Andri Yunus, serta mendesak reformasi hukum dan profesionalisme aparat penegak hukum.
  • Mahasiswa mendesak Komnas HAM menjalankan fungsi independennya untuk mengusut tuntas berbagai bentuk intimidasi serta kasus pelanggaran HAM berat.

“Kami dari Untirta juga membawa isu yang memang hari ini mahasiswa Untirta dan masyarakat sipil di Serang itu masih ditahan, jadi tahanan politik di Rutan Serang,” tegasnya.

Harapan pada Independensi Komnas HAM

Dipilihnya kantor Komnas HAM sebagai titik aksi bukan tanpa alasan. Mahasiswa berharap lembaga ini dapat menjalankan fungsinya secara independen untuk mengusut tuntas berbagai bentuk intimidasi.

"Kenapa kami unjuk rasa di Komnas HAM, Komnas HAM kan ini lembaga independen, dan kami berharap Komnas HAM melakukan penyelidikan terhadap kasus penyiraman Andri Yunus, karena dengan Komnas HAM mengungkap, secara harapan kami kasus ke depannya akan terpapar secara akuntabilitas begitu," ujarnya.

Senada dengan Oriza, Ridam berharap agar negara segera mengambil tindakan nyata.

"Harapannya sendiri, ya kita semua ingin semua tuntutan yang kita bawa diambil dan diusut dari Komnas HAM, dari negara, dari APH dan lainnya," ujarnya. (Tsabita Aulia)

Load More