-
Pakistan resmi menjadi mediator perundingan perdamaian permanen antara delegasi Amerika Serikat dan Iran.
-
Pertemuan strategis di Islamabad dijadwalkan berlangsung Jumat setelah gencatan senjata disepakati pekan ini.
-
Pemimpin kedua negara diharapkan mencapai kesepakatan konklusif guna mengakhiri konflik bersenjata berkepanjangan.
Suara.com - Kota Islamabad kini bersiap menjadi pusat perhatian dunia internasional sebagai lokasi mediasi konflik antara dua kekuatan besar, Amerika Serikat dan Iran.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, secara resmi mengonfirmasi peran negaranya sebagai penengah utama dalam ketegangan diplomatik tersebut.
Melalui pengumuman di platform media sosial X, Sharif memberikan rincian terkait agenda besar yang akan segera dilaksanakan.
Pertemuan strategis ini direncanakan berlangsung pada hari Jumat mendatang di ibu kota Pakistan sebagai langkah konkret menuju stabilitas.
Partisipasi penuh dari kedua belah pihak diharapkan mampu meredam gejolak yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Upaya mediasi ini merupakan respons positif terhadap keinginan bersama untuk menghentikan kontak senjata yang merugikan semua pihak.
Sharif secara terbuka menyatakan kesiapan negaranya untuk memfasilitasi dialog tingkat tinggi yang melibatkan pejabat teras Amerika Serikat dan Iran.
"Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026," kata Sharif.
Ajakan ini mencerminkan optimisme tinggi dari pemerintah Pakistan dalam melihat peluang perdamaian yang lebih luas di wilayah tersebut.
Baca Juga: Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat
Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk mencari solusi permanen atas berbagai isu yang selama ini menjadi ganjalan.
Pemerintah Pakistan menekankan pentingnya mencapai hasil yang tidak sekadar sementara, melainkan bersifat menyeluruh dan tuntas bagi semua.
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan tujuan utama di balik undangan resmi yang disampaikan kepada delegasi tersebut.
Tujuan ini menjadi landasan kuat bagi proses diplomasi yang akan digelar di bawah pengawasan langsung otoritas keamanan Pakistan.
Pihak mediator melihat ada kemauan politik yang kuat dari masing-masing negara untuk mengakhiri konfrontasi fisik di lapangan.
Keberhasilan mencapai titik temu untuk duduk bersama dianggap sebagai bentuk kedewasaan politik yang patut diapresiasi oleh komunitas internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
Terkini
-
KPK Periksa Istri Ono Surono Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi, Dicecar 16 Pertanyaan
-
DPD Dorong Revisi RUU Kesejahteraan Sosial, Pengelolaan Taman Makam Pahlawan Akan Diatur Khusus
-
'Prabowo Subianto' Jadi Model Drummer Video Klip Perang Iran vs Amerika - Israel
-
Kebijakan WFH di Tengah Krisis Energi: Solusi Sementara atau Jawaban Jangka Panjang?
-
KPK Dalami Dugaan Suap Izin Tambang di Maluku Utara: Pemberi Suap Masih Diselidiki
-
Misteri Gurun Mulai Terkuak! Ilmuwan Temukan Puluhan Tanaman Langka yang Selama Ini Tersembunyi
-
AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
-
Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
-
Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur
-
Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu