-
Pakistan resmi menjadi mediator perundingan perdamaian permanen antara delegasi Amerika Serikat dan Iran.
-
Pertemuan strategis di Islamabad dijadwalkan berlangsung Jumat setelah gencatan senjata disepakati pekan ini.
-
Pemimpin kedua negara diharapkan mencapai kesepakatan konklusif guna mengakhiri konflik bersenjata berkepanjangan.
Sharif lebih lanjut mengatakan kedua pihak sudah menunjukkan kebijaksanaan, pemahaman yang luar biasa, dan terlibat secara konstruktif dalam memajukan perdamaian dan stabilitas.
Keterlibatan konstruktif ini menjadi modal berharga bagi para diplomat yang akan bertarung di meja perundingan Islamabad nantinya.
Diharapkan atmosfer positif ini tetap terjaga hingga seluruh poin kesepakatan dapat ditandatangani oleh masing-masing perwakilan negara yang berkonflik.
Pakistan berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses negosiasi sejarah yang sangat dinantikan oleh masyarakat global ini.
Harapan besar disematkan pada hasil perundingan ini agar mampu menciptakan tatanan dunia yang lebih aman dan terhindar dari peperangan.
Seluruh mata kini tertuju pada hari Jumat untuk melihat sejauh mana perkembangan dari dialog yang sangat dinantikan tersebut.
"Kami sangat berharap bahwa 'Perundingan Islamabad' berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik di hari-hari mendatang," kata dia.
Pernyataan ini sekaligus menutup pengumuman Sharif yang menyiratkan bahwa proses damai ini masih akan terus berlanjut ke tahap berikutnya.
Publik menanti apakah hasil perundingan ini benar-benar bisa mengakhiri ketegangan yang sudah memuncak dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat
Sebagai bentuk keseriusan, Perdana Menteri Pakistan turut menandai sejumlah akun resmi para pejabat tinggi dari kedua negara dalam unggahannya.
Nama-nama seperti Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, hingga Menteri Luar Negeri Marco Rubio masuk dalam daftar perhatiannya.
Selain itu, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, juga diharapkan memberikan kontribusi besar dalam jalannya perundingan ini kelak.
Dari pihak Teheran, Presiden Massoud Pezeshkian, Menlu Abbas Araghchi, serta Ketua DPR Iran Mohammad Ghalibaf turut menjadi sorotan utama dunia.
Kehadiran atau keterlibatan para tokoh ini menunjukkan betapa krusialnya pertemuan yang akan berlangsung di wilayah Asia Selatan tersebut.
Sebelum rencana pertemuan ini mencuat, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati penghentian baku tembak yang terjadi sejak Selasa lalu.
Konflik bersenjata yang berlangsung intens selama lebih dari satu bulan tersebut akhirnya mereda setelah adanya kesepakatan gencatan senjata awal.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberikan respons positif dan menganggap berakhirnya perang ini sebagai sebuah pencapaian yang signifikan.
"Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," demikian pernyataan mereka.
Klaim kemenangan ini disambut dengan perayaan di berbagai wilayah Iran sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan luar negeri pemerintah mereka.
Di sisi lain, pihak Amerika Serikat memiliki perspektif tersendiri mengenai alasan di balik keputusan untuk menghentikan serangan militer ke Iran.
Presiden Donald Trump menjelaskan bahwa langkah diplomasi ini diambil setelah berbagai target strategis di lapangan berhasil dicapai oleh pasukannya.
Sementara itu, Trump dalam rilis resminya, menyebut AS sepakat gencatan senjata karena target militer sudah terpenuhi.
Penjelasan ini menegaskan bahwa Amerika Serikat merasa sudah berada dalam posisi yang kuat sebelum melangkah ke meja perundingan Islamabad.
Kini, tugas besar menanti para delegasi untuk mengubah gencatan senjata sementara ini menjadi sebuah perdamaian yang abadi bagi kedua negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami