- Presiden Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran mulai Rabu (8/4/2026) setelah menerima sepuluh poin tuntutan.
- Gencatan senjata tersebut disepakati melalui mediasi Pakistan dengan syarat Iran menjamin akses navigasi aman di Selat Hormuz.
- Kedua negara dijadwalkan memulai perundingan perdamaian lebih lanjut di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026) untuk mencari kesepakatan permanen.
Respons Teheran: Gencatan Senjata Bersyarat
Di pihak lain, Iran menyambut baik tawaran penangguhan serangan tersebut, meski tetap memberikan catatan tegas.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan melalui akun media sosialnya bahwa Teheran akan menghentikan seluruh operasi defensif mereka selama militer AS tidak melakukan provokasi baru.
Araghchi juga mengonfirmasi selama dua minggu ke depan, kapal-kapal internasional akan diizinkan melintasi Selat Hormuz di bawah koordinasi pasukan Iran.
Ia menekankan, langkah ini diambil setelah adanya pengakuan dari pihak AS terhadap kerangka kerja yang diajukan Teheran.
“Mengingat permintaan AS untuk negosiasi berdasarkan proposal 15 poinnya serta pengumuman oleh POTUS tentang penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai basis negosiasi, saya dengan ini menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang Kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka. Untuk jangka waktu dua minggu, lintas aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan pertimbangan teknis yang semestinya,” tulis Araghchi.
Para pejabat dari kedua belah pihak kini sedang mempersiapkan teknis negosiasi yang lebih luas.
Kabar yang terkonfirmasi menyebutkan perundingan perdamaian akan dimulai secara cepat, yakni Jumat (10/4) lusa di Islamabad, Pakistan.
Lokasi ini dipilih mengingat peran strategis Pakistan sebagai mediator yang dipercaya oleh kedua belah pihak.
Baca Juga: DPR Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dave Laksono: Diplomasi Masih Jadi Instrumen Utama!
Berita Terkait
-
DPR Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dave Laksono: Diplomasi Masih Jadi Instrumen Utama!
-
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
-
30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
-
Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran
-
Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Cara Mudah Mencari Tinggi Segitiga jika Luas dan Alas Sudah Diketahui
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD
-
Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa
-
Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang
-
3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
-
Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini
-
OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi
-
Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah
-
Lenovo Pasok Mesin Esports World Cup 2026, dari PC Legion hingga Laptop Layar Gulung