-
Presiden Trump menyetujui gencatan senjata dua minggu dengan Iran demi kesepakatan damai permanen.
-
Harga minyak dunia menurun drastis setelah pengumuman jeda perang dan pembukaan Selat Hormuz.
-
Internal pemerintah AS terpecah akibat ancaman Trump yang ingin memusnahkan seluruh peradaban Iran.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Gedung Putih saat Presiden Donald Trump mengumumkan tercapainya titik terang dalam konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Melalui platform media sosial pribadinya, Trump menyatakan bahwa kedua negara kini berada dalam posisi yang sangat maju menuju perjanjian damai yang bersifat pasti.
Kesepakatan ini mencakup jeda pertempuran atau gencatan senjata selama 14 hari guna memberikan ruang bagi proses negosiasi yang lebih mendalam.
Dikutip dari BBC, pengumuman ini muncul hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu pukul 20.00 EDT yang ditetapkan Washington untuk meluncurkan serangan masif ke infrastruktur vital Iran.
Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan sistem energi dan transportasi Iran jika kesepakatan tidak segera dicapai pada hari Rabu tersebut.
Kelanjutan perdamaian ini sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk menghentikan seluruh aksi permusuhan di wilayah konflik tersebut.
Salah satu poin krusial adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh bagi lalu lintas kapal komersial internasional yang sempat terganggu.
Pemerintah Iran menyatakan kesediaannya untuk membuka jalur tersebut, meskipun mereka tetap mengklaim memiliki kekuasaan penuh atas wilayah perairan tersebut.
Bagi Trump, langkah diplomasi ini menjadi jalan keluar dari situasi sulit yang mengharuskan dirinya memilih antara eskalasi perang atau kehilangan kredibilitas.
Baca Juga: 30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
Situasi sebelumnya sangat mencekam mengingat ancaman keras sang presiden bahwa "peradaban utuh akan mati malam ini" jika perang berlanjut.
Meskipun gencatan senjata ini dianggap sebagai nafas lega sementara, proses negosiasi selama dua pekan ke depan diprediksi akan berjalan sangat terjal.
Dunia internasional merespon positif kabar ini, ditandai dengan penurunan harga minyak mentah yang jatuh ke bawah level 100 dolar per barel.
Pasar saham Amerika Serikat juga mengalami lonjakan signifikan seiring munculnya optimisme bahwa puncak krisis keamanan global telah terlewati.
Keberhasilan diplomasi di menit-menit terakhir ini sebelumnya dianggap mustahil karena retorika keras yang dilontarkan Trump sejak Selasa pagi.
Kala itu, sang presiden sempat mengancam akan menghapus peradaban Iran sedemikian rupa hingga tidak akan pernah bisa bangkit kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi
-
Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas
-
Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran
-
Di Tengah Wacana Pelarangan oleh BNN, Pengguna Sebut Vape Pangkas Pengeluaran
-
Prabowo: Jangan Anggap Presiden Pekerjaan yang Enak
-
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
-
PAN Sebut Kritik Saiful Mujani Hanya 'Buih' di Lautan, Bukan Gelombang
-
Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!
-
Prabowo Cerita Temukan Video AI Diri Sendiri: Pandai Nyanyi, Pidato Bahasa Mandarin dan Arab
-
Buntut Seruan Gulingkan Prabowo, Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Mau Dilaporkan ke Polisi