-
Presiden Trump menyetujui gencatan senjata dua minggu dengan Iran demi kesepakatan damai permanen.
-
Harga minyak dunia menurun drastis setelah pengumuman jeda perang dan pembukaan Selat Hormuz.
-
Internal pemerintah AS terpecah akibat ancaman Trump yang ingin memusnahkan seluruh peradaban Iran.
Pernyataan-pernyataan provokatif Trump tersebut memicu gelombang kecaman luas, terutama dari kubu Demokrat yang mempertanyakan stabilitas mental sang pemimpin.
Anggota Kongres Joaquin Castro menyatakan pandangannya secara terbuka melalui media sosial terkait kapasitas kepemimpinan presiden saat ini.
"Sangat jelas bahwa presiden terus mengalami penurunan dan tidak layak untuk memimpin," tulis Joaquin Castro dalam unggahannya.
Kecaman serupa datang dari Chuck Schumer yang menegaskan bahwa setiap anggota Republik yang mendukung perang ini harus bertanggung jawab atas dampaknya.
Schumer menyatakan bahwa siapa pun yang tidak ikut memberikan suara untuk mengakhiri perang Iran "memiliki setiap konsekuensi dari apa pun ini".
Ketidaksetujuan terhadap strategi Trump ternyata tidak hanya datang dari lawan politik, tetapi juga merambat ke internal Partai Republik.
Austin Scott, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata DPR, secara tegas mengkritik narasi kehancuran peradaban yang dibangun oleh presidennya sendiri.
"Komentar presiden kontra-produktif," katanya kepada BBC, "dan saya tidak setuju dengan komentar tersebut."
Senator Ron Johnson yang selama ini dikenal setia kepada Trump, menyebut serangan bom skala besar ke Iran sebagai sebuah kesalahan fatal.
Baca Juga: 30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
Hal senada diungkapkan Nathaniel Moran yang menegaskan bahwa pemusnahan peradaban bertentangan dengan prinsip nilai-nilai yang selama ini dianut oleh Amerika.
Meskipun tekanan militer diklaim berhasil membawa Iran ke meja perundingan, Senator Lisa Murkowski menilai ancaman tersebut tidak bisa dibenarkan.
Murkowski menulis bahwa ancaman presiden "tidak dapat dimaafkan sebagai upaya untuk mendapatkan pengaruh dalam negosiasi dengan Iran."
Di sisi lain, Trump merasa puas dan menyatakan dalam unggahannya bahwa Amerika Serikat telah "memenuhi dan melampaui" seluruh tujuan militernya.
Faktanya, kekuatan militer Iran memang telah terdegradasi secara signifikan dengan tewasnya beberapa pemimpin puncak akibat serangan udara Amerika.
Namun, banyak pihak meragukan pencapaian tujuan tersebut karena status program uranium nuklir Iran hingga saat ini masih belum diketahui pasti.
Iran tetap memiliki pengaruh kuat melalui kelompok-kelompok proksi di kawasan, termasuk pemberontak Houthi yang berada di wilayah Yaman.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengonfirmasi penghentian operasi pertahanan dan menjamin keamanan navigasi di wilayah Selat Hormuz.
Namun, ia menekankan bahwa koordinasi harus dilakukan dengan militer Iran dan mengklaim AS telah menerima kerangka umum rencana 10 poin mereka.
Rencana tersebut menuntut penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pembayaran kompensasi atas kerusakan perang yang terjadi di Iran.
Hingga saat ini, biaya jangka panjang dari retorika keras Trump dan dampak perang secara keseluruhan masih terus dievaluasi oleh para pengamat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami