- Ketua Umum Presidium Kebangsaan 08, H. Kurniawan, akan melaporkan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi ke Bareskrim Polri.
- Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana penghasutan dan upaya menggulingkan pemerintahan sah Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
- Pelaporan dijadwalkan pada Jumat, 10 April 2026, dengan menyertakan sejumlah alat bukti berupa rekaman video dan tangkapan layar.
Suara.com - Langkah hukum serius diambil oleh Ketua Umum Presidium Kebangsaan 08, H. Kurniawan, terhadap dua tokoh intelektual dan aktivis, Saiful Mujani serta Islah Bahrawi.
Keduanya bakal dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait munculnya dugaan ajakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
Rencana pelaporan ini dikonfirmasi langsung oleh Kurniawan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas tindakan yang dinilai telah melampaui batas kritik demokrasi dan masuk ke ranah tindakan inkonstitusional.
Fokus utama dari laporan ini adalah dugaan upaya percobaan penggulingan kekuasaan terhadap Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
"Insyaallah hari Jumat (10/4) besok, saya bersama tim hukum kami akan mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk membuat laporan resmi terhadap percobaan menggulingkan kekuasaan seorang Prabowo Subianto," kata Kurniawan, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (8/4/2026).
Kurniawan menjelaskan bahwa keputusan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum diambil setelah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai pernyataan yang dilontarkan oleh Saiful Mujani dan Islah Bahrawi di ruang publik.
Menurut pandangannya, narasi yang dibangun oleh kedua tokoh tersebut bukan lagi sekadar diskursus akademik, melainkan sudah mengarah pada penghasutan massa.
Ia mengatakan pihaknya melaporkan keduanya karena dinilai paling vokal menyuarakan ajakan untuk menggulingkan pemerintah.
Kurniawan menyoroti aktivitas keduanya di media sosial maupun forum-forum publik yang dianggap konsisten menyebarkan pesan-pesan yang provokatif terhadap stabilitas negara.
Baca Juga: Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo
"Saudara Saiful Munjani dan Islah Bahrawi, ya. Karena mereka inilah yang paling getol menyuarakan, mengajak, menghasut dan menyebarkan kebencian. Mengajak banyak orang untuk turun ke jalan menggulingkan pemerintahan sah," ujarnya.
Sebelum memutuskan untuk melapor ke Bareskrim, Kurniawan mengklaim bahwa pihaknya telah mencoba mengedepankan cara-cara persuasif.
Ia mengaku telah berupaya membuka pintu komunikasi dengan pihak Saiful Mujani maupun Islah Bahrawi.
Tujuannya adalah agar kedua terlapor memberikan klarifikasi, menarik pernyataan mereka, serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka guna meredam tensi politik di masyarakat.
Namun, upaya komunikasi tersebut menemui jalan buntu. Kurniawan menyebut tidak ada respons positif maupun iktikad baik yang ditunjukkan oleh kedua tokoh tersebut hingga batas waktu yang ditentukan.
Kondisi inilah yang kemudian memicu kemarahan para relawan pendukung pemerintah yang tergabung dalam berbagai organisasi sayap.
Berita Terkait
-
Begini Pernyataan Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo" yang Bikin Geger
-
Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo
-
Tanggapi Kritik Saiful Mujani, Sekjen Golkar Pasang Badan: Kereta Sudah di Rel yang Tepat!
-
Respons Seskab Teddy soal Kritik Saiful Mujani ke Program Prabowo
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina