-
Amerika Serikat meminta bantuan Pakistan untuk membujuk Iran menyepakati gencatan senjata segera.
-
Penutupan Selat Hormuz akibat perang telah menyebabkan lonjakan harga minyak di pasar global.
-
Pertemuan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung di Islamabad hari Jumat.
Sebagai bentuk respons, pasukan Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar wilayah kedaulatan Israel secara langsung dan masif.
Tidak hanya itu, fasilitas militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah juga menjadi target sasaran.
Eskalasi peperangan yang meningkat drastis ini akhirnya berdampak langsung pada terhentinya aktivitas pengiriman kapal melalui Selat Hormuz.
Padahal, wilayah perairan tersebut merupakan jalur pasokan paling vital untuk kebutuhan minyak mentah dan LNG di pasar global.
Penutupan jalur laut ini secara otomatis memicu lonjakan harga bahan bakar di hampir seluruh penjuru negara di dunia.
Pada hari Selasa (7/4), akhirnya muncul secercah harapan setelah Donald Trump secara resmi menyetujui kesepakatan gencatan senjata.
Langkah perdamaian sementara ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua minggu ke depan untuk meredakan tensi panas di lapangan.
Dalam pernyataan resminya, Presiden Trump juga mengklaim bahwa Iran telah memberikan lampu hijau untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Pernyataan ini memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi dunia yang sempat tergoncang akibat terbatasnya suplai energi dari Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Seluruh mata dunia kini tertuju pada efektivitas kesepakatan ini dalam menurunkan harga minyak yang sudah terlanjur melambung tinggi.
Pihak Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberikan konfirmasi terkait kesiapan mereka untuk menindaklanjuti tawaran perdamaian dari pihak lawan.
Pihak Teheran menyatakan bahwa proses pembicaraan formal dengan Amerika Serikat akan dimulai pada hari Jumat yang akan datang.
Lokasi pertemuan tingkat tinggi tersebut telah ditentukan akan berlangsung di Islamabad, yang merupakan ibu kota dari negara Pakistan.
Pertemuan pada tanggal 10 April tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi permanen untuk mengakhiri konflik panjang yang merugikan tersebut.
Hingga saat ini, dunia internasional masih memantau perkembangan terkait detail teknis dari pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat