- Anggota DPR AS Yassamin Ansari resmi mendorong pemakzulan Menteri Perang Pete Hegseth karena dianggap melanggar konstitusi negara.
- Ansari mendesak pemberlakuan Amandemen ke-25 untuk melengserkan Presiden Donald Trump akibat kebijakan perang sepihak terhadap Iran.
- Kebijakan tersebut dianggap membahayakan militer Amerika Serikat serta melampaui wewenang Kongres dalam menyatakan perang secara resmi.
3. Presiden Dianggap Tidak Mampu (Tanpa Persetujuan)
Inilah bagian paling kontroversial. Wakil presiden bersama mayoritas kabinet dapat menyatakan bahwa presiden tidak mampu menjalankan tugasnya.
Pernyataan ini dikirim ke pimpinan Kongres, dan secara otomatis wakil presiden mengambil alih kekuasaan sebagai pejabat presiden.
4. Jika Presiden Melawan
Jika presiden menolak dicopot dan menyatakan dirinya masih mampu, maka konflik berpindah ke Kongres. Dalam kondisi ini, Kongres harus melakukan pemungutan suara.
Untuk benar-benar mencopot presiden, dibutuhkan dukungan dua pertiga suara di DPR dan Senat. Jika tidak tercapai, presiden tetap berkuasa.
Mekanisme yang Cepat, Tapi Sulit Dijalankan
Secara teori, Amandemen ke-25 memungkinkan pergantian kekuasaan di AS berlangsung cepat tanpa harus melalui proses pemilu.
Namun dalam praktiknya, langkah ini sangat sulit dilakukan karena membutuhkan dukungan politik besar, terutama dari kabinet yang biasanya dipilih oleh presiden sendiri.
Baca Juga: Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan
Beda dengan Pemakzulan
Amandemen ke-25 sering disalahartikan sebagai pemakzulan. Padahal, keduanya berbeda.
Pemakzulan (impeachment) digunakan untuk menghukum presiden atas pelanggaran hukum atau penyalahgunaan kekuasaan.
Amandemen ke-25 digunakan ketika presiden dianggap tidak mampu menjalankan tugas, misalnya karena kondisi fisik atau mental.
Berita Terkait
-
Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
'Superman' Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan Mendunia
-
Perbedaan Mesin Cuci 1 Tabung vs 2 Tabung, Mana yang Lebih Hemat Air dan Listrik?
-
Obsession Resmi Jadi Salah Satu Film Horor Tersukses Sepanjang Masa, Raih Pendapatan Rp8,8 Triliun
-
Alami Kolaps, Mantan Pemain Chelsea Meninggal Dunia di Lapangan
-
Kejagung Hadirkan 3 Ahli di Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Salah Baca Desil Berisiko Salah Sasaran Program, BPS Minta DTSEN Tak Dibaca Secara Sederhana
-
Peneliti Kembangkan AI untuk Bantu Prediksi Siklon Tropis Lebih Akurat, Seberapa Efektif?
-
Resmi Diluncurkan di Taiwan, BRImo Jadi Andalan BRI Layani Kebutuhan Finansial Diaspora Indonesia
-
Lukisan Mirip Seskab Teddy di Pintu KRL Bikin Publik Spekulasi Liar: Bakal Bacapres 2029?
-
Berasa Liburan ke Italia! Review Novel ROMA: Con Amore Karya Robin Wijaya