- Komisi XII DPR RI merespons lonjakan harga plastik hingga 100 persen yang sangat membebani para pelaku usaha UMKM.
- Konflik Amerika Serikat dan Iran menyebabkan penutupan Selat Hormuz sehingga pasokan bahan baku nafta dari Timur Tengah terganggu.
- Ketua Komisi XII DPR RI akan berkoordinasi dengan pemerintah guna mencari solusi atas kenaikan harga bahan baku plastik.
Suara.com - Komisi XII DPR RI turut menyoroti kenaikan harga plastik yang melonjak tajam yang berdampak terhadap para pelaku UMKM. Tercatat kenaikan harga plastik mencapai 50 persen, bahkan menyentuh 70-100 persen untuk beberapa jenis.
Terkait hal tersebut, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijya, mengaku akan mencarikan solusi dengan pemerintah.
"Pertama bahwa ini kan harga daripada bahan baku plastik adalah nafta itu memang ada kenaikan. Kita menyadari itu tetapi yang jelas pada saat ini hal tersebut pasti akan dicarikan solusi," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta yang dikutip pada Kamis (9/4/2026).
Dalam upaya mencari solusi guna menurunkan harga, Bambang mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian, dan lintas komisi di DPR.
"Tentu nanti kami bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian. Kami akan tanyakan kepada kolega kami dari Komisi VII terkait kondisi ini bagaimana suplai dan demand. Tetapi kami sampaikan bahwa apapun itu kita akan hadapi situasinya dengan kebersamaan," ujarnya.
Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran menjadi pemicu kenaikan harga plastik. Sebab perang antar kedua negara menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pendistribusian bahan baku plastik.
Tercatat, nafta yang menjadi bahan baku utamanya, sekitar 60–70 persen pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah.
Akibatnya harga plastik melambung tingggi. Kantong kresek yang biasanya dijual Rp10.000 per pak kini mencapai Rp15.000–Rp17.000. Cup minuman thinwall dan plastik kiloan pun naik Rp5.000–Rp10.000 dalam hitungan hari.
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
Berita Terkait
-
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
-
Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
-
Menuju Indonesia Bebas Sampah Plastik: Inovasi Kemasan dan Edukasi Jadi Kunci
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?