- Kapolda Riau mengunjungi Malaysia pada 6-8 April 2026 untuk memperkuat kerja sama keamanan dengan Polis Diraja Malaysia.
- Pertemuan membahas penanggulangan kejahatan transnasional seperti peredaran narkotika, ancaman terorisme digital, serta isu penyelundupan manusia di perbatasan.
- Kedua pihak menjajaki sinkronisasi data intelijen, patroli udara bersama, serta mekanisme pengejaran pelaku kejahatan melintasi batas laut wilayah.
Otoritas keamanan Malaysia mengungkapkan adanya pergeseran pola radikalisasi yang kini menyasar generasi muda melalui platform digital yang tidak terduga, seperti media sosial dan game online. Fenomena ini menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum di era digital.
Polda Riau dan E8 PDRM sepakat bahwa deteksi dini harus diperkuat melalui kerja sama intelijen yang solid. “Radikalisasi saat ini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda.
Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” katanya. Pertemuan ini juga melibatkan tokoh senior seperti Tan Sri Abdul Hamid Bador untuk merefleksikan program deradikalisasi yang telah berjalan di kedua negara.
Penanganan Penyelundupan Manusia
Selain narkoba dan terorisme, Special Branch E3 Polis Malaysia menyoroti isu penyelundupan manusia (people smuggling) yang kerap memanfaatkan jalur-jalur tikus di perairan Dumai.
Jalur masuk ilegal ini tidak hanya mengancam kedaulatan negara, tetapi juga berkaitan erat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Isu lingkungan, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), juga tidak luput dari pembahasan. Mengingat dampak asap karhutla seringkali melintasi batas negara (transboundary haze), Polda Riau menawarkan kerja sama preventif.
Irjen Herry Heryawan mengundang Polis Malaysia untuk terlibat dalam patroli udara bersama guna memantau titik api secara dini, terutama saat menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi meningkatkan risiko kebakaran.
Diplomasi Rumpun Melayu di Melaka
Baca Juga: Narkoba 'Saset' Malaysia Sasar Bali: Bareskrim Bongkar Kamuflase Minuman Serbuk Berisi MDMA
Menutup rangkaian kunjungan, Kapolda Riau menemui Ketua Polis Melaka, DCP Dzulkhairi Mukhtar. Dalam pertemuan ini, aspek historis dan budaya menjadi perekat diplomasi keamanan.
Kedekatan emosional antara masyarakat Riau dan Melaka dianggap sebagai modal sosial yang kuat untuk menjaga stabilitas kawasan.
“Kita ini satu rumpun Melayu. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi jalan untuk menyatukan tujuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Lulusan Akpol 1996 ini menegaskan bahwa kerja sama dengan Polis Malaysia tidak boleh hanya berhenti pada seremoni formal.
Diperlukan aksi nyata di lapangan melalui joint intelligence sharing, patroli bersama, hingga pelatihan personel lintas negara untuk menghadapi tantangan keamanan masa depan.
“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan, demi menjaga keamanan kawasan dan melindungi masyarakat di kedua negara,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Narkoba 'Saset' Malaysia Sasar Bali: Bareskrim Bongkar Kamuflase Minuman Serbuk Berisi MDMA
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
BNN Usul Vape Dilarang, Legislator DPR: Harus Dikaji Matang, Banyak UMKM Terlibat
-
Heboh BNN Mau Larang Vape di Indonesia, Ini Curhatan Para Pengguna yang Kaget: Itu Ulah Oknum
-
Polda Metro Jaya Bongkar 1.833 Kasus Narkoba: Lab Ekstasi Bassura hingga Vape Bius Etomidet
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit
-
Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?
-
Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG
-
Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!
-
'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro
-
Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
-
Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK
-
Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?