News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 14:25 WIB
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan
Baca 10 detik
  • Kapolda Riau mengunjungi Malaysia pada 6-8 April 2026 untuk memperkuat kerja sama keamanan dengan Polis Diraja Malaysia.
  • Pertemuan membahas penanggulangan kejahatan transnasional seperti peredaran narkotika, ancaman terorisme digital, serta isu penyelundupan manusia di perbatasan.
  • Kedua pihak menjajaki sinkronisasi data intelijen, patroli udara bersama, serta mekanisme pengejaran pelaku kejahatan melintasi batas laut wilayah.

Otoritas keamanan Malaysia mengungkapkan adanya pergeseran pola radikalisasi yang kini menyasar generasi muda melalui platform digital yang tidak terduga, seperti media sosial dan game online. Fenomena ini menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum di era digital.

Polda Riau dan E8 PDRM sepakat bahwa deteksi dini harus diperkuat melalui kerja sama intelijen yang solid. “Radikalisasi saat ini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda.

Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” katanya. Pertemuan ini juga melibatkan tokoh senior seperti Tan Sri Abdul Hamid Bador untuk merefleksikan program deradikalisasi yang telah berjalan di kedua negara.

Penanganan Penyelundupan Manusia

Selain narkoba dan terorisme, Special Branch E3 Polis Malaysia menyoroti isu penyelundupan manusia (people smuggling) yang kerap memanfaatkan jalur-jalur tikus di perairan Dumai.

Jalur masuk ilegal ini tidak hanya mengancam kedaulatan negara, tetapi juga berkaitan erat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Isu lingkungan, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), juga tidak luput dari pembahasan. Mengingat dampak asap karhutla seringkali melintasi batas negara (transboundary haze), Polda Riau menawarkan kerja sama preventif.

Irjen Herry Heryawan mengundang Polis Malaysia untuk terlibat dalam patroli udara bersama guna memantau titik api secara dini, terutama saat menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi meningkatkan risiko kebakaran.

Diplomasi Rumpun Melayu di Melaka

Baca Juga: Narkoba 'Saset' Malaysia Sasar Bali: Bareskrim Bongkar Kamuflase Minuman Serbuk Berisi MDMA

Menutup rangkaian kunjungan, Kapolda Riau menemui Ketua Polis Melaka, DCP Dzulkhairi Mukhtar. Dalam pertemuan ini, aspek historis dan budaya menjadi perekat diplomasi keamanan.

Kedekatan emosional antara masyarakat Riau dan Melaka dianggap sebagai modal sosial yang kuat untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Kita ini satu rumpun Melayu. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi jalan untuk menyatukan tujuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lulusan Akpol 1996 ini menegaskan bahwa kerja sama dengan Polis Malaysia tidak boleh hanya berhenti pada seremoni formal.

Diperlukan aksi nyata di lapangan melalui joint intelligence sharing, patroli bersama, hingga pelatihan personel lintas negara untuk menghadapi tantangan keamanan masa depan.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan, demi menjaga keamanan kawasan dan melindungi masyarakat di kedua negara,” tutupnya.

Load More