- Komika Pandji Pragiwaksono menemui para pelapor di Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 April 2026, terkait dugaan penistaan agama.
- Pertemuan difasilitasi penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai bentuk itikad baik Pandji untuk berdialog secara terbuka dan langsung.
- Dialog berjalan lancar dan kondusif tanpa menghasilkan kesepakatan atau keputusan hukum tertentu, namun kedua pihak tetap membuka ruang komunikasi.
“Kami berterima kasih karena para pelapor sangat welcome dan terbuka. Bahkan secara informal suasananya lebih hangat,” ujarnya.
Peluang untuk melakukan dialog lanjutan pun masih terbuka. Pihak Pandji menyatakan siap apabila kembali difasilitasi untuk bertemu atau bahkan berkunjung langsung.
“Kalau perlu ada pertemuan lanjutan, kami sangat senang. Ini murni dialog, kita ingin mencari substansi secara genuine,” jelasnya.
Haris juga menegaskan bahwa pihaknya belum membahas arah proses hukum ke depan, baik terkait kemungkinan penghentian perkara, restorative justice, maupun kelanjutan proses hukum.
“Kami belum ke situ. Kami masih senang ada dialog terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut penyidik telah mencatat seluruh poin yang disampaikan oleh kedua pihak dan akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.
“Harapannya ke depan ada tindak lanjut yang lebih baik bagi semuanya,” tutup Haris.
Sementara itu, Pandji mengaku bahwa pertemuan tersebut sudah lama ia harapkan. Ia bersama Haris Azhar sejak awal memang ingin membuka ruang dialog dengan para pelapor.
“Saya dan Haris sudah lama berkeinginan berdialog dengan pihak yang melaporkan. Akhirnya bisa terlaksana juga, dan saya punya kesempatan untuk mendengar langsung apa yang mereka resahkan serta menjelaskan pandangan saya,” ungkap Pandji.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Rilis Buku Mens Rea April Mendatang, Bedah Data di Balik Materi Komedi
Ia mengaku sempat berasumsi bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung panas. Namun kenyataannya justru sebaliknya.
“Prosesnya sangat santai. Saya datang dengan asumsi mungkin akan ada banyak perdebatan, tapi ternyata berjalan sejuk dan ditutup dengan ketawa-ketawa,” katanya.
Pandji menilai dialog tersebut menjadi catatan penting bagi dirinya ke depan, karena ia kini memahami keresahan yang dirasakan oleh para pelapor.
“Saya sudah mengerti posisi keresahan beliau-beliau dan saya jadikan catatan supaya ke depannya bisa lebih baik,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Ketimbang Tambah Utang Luar Negeri, Ekonom UMY Minta Prabowo Pangkas Gaji Pejabat
-
Geger! Penyamaran Rey Terbongkar di Malam Pertama, Intan Laporkan Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang
-
Moeldoko: Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Biaya BBM dari Rp 6 Juta Jadi Rp 800 Ribu
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
-
Jalankan Instruksi Prabowo, Kemnaker Siap Perluas Program Magang ke Luar Negeri
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Kemnaker Usul Tambah Kuota Program Magang 2026 hingga 150 Ribu Orang
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran