- Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, menyetujui rencana kelanjutan operasi militer terhadap Iran dalam rapat khusus, Senin (13/4).
- Israel menyatakan telah memberikan pukulan signifikan untuk melemahkan kemampuan militer Iran serta proksinya di berbagai wilayah konflik.
- Kegagalan perundingan Iran dan Amerika Serikat di Islamabad disebabkan oleh tuntutan berlebihan serta ketidakkonsistenan posisi pihak Washington.
Suara.com - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyetujui rencana lanjutan operasi militer yang menargetkan Iran dan sejumlah front lainnya.
Keputusan itu diambil dalam rapat evaluasi situasi khusus bersama forum staf umum angkatan bersenjata Israel, Senin (13/4) waktu setempat.
Dikutip dari laporan Channel 14, rapat petinggi militer Israel itu membahas perihal kesiapan tempur dan strategi lanjutan untuk menghadapi eskalasi konflik usai pembicaraan AS dan Iran di Islamabad tanpa hasi.
Zamir menyinggung momentum menyerang Iran, menjelang Hari Peringatan Holocaust sebagai refleksi tanggung jawab sejarah.
Saat kami merencanakan kelanjutan operasi, saya tidak bisa mengabaikan besarnya tanggung jawab sejarah yang ada di pundak kami,” ujar Eyal Zamir.
Eyal Zamir menegaskan bahwa Israel kini berada dalam posisi berbeda dibanding masa lalu.
“Dari bangsa yang pernah teraniaya tanpa perlindungan, kini kami berperang untuk menghilangkan ancaman eksistensial terhadap negara Israel dan rakyat Yahudi,” katanya.
Zamir juga mengklaim keberhasilan signifikan dalam operasi melawan Iran dan sekutunya.
“Kami menghadapi musuh yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari dekat maupun jauh. Kami mengalahkan Iran dan proksinya, telah memberikan pukulan keras dan melemahkan kemampuan militernya,” tegasnya.
Baca Juga: Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
Ia menambahkan bahwa Israel tidak gentar menghadapi Teheran.
“Kami tidak gentar terhadap rezim diktator yang kejam. Kami berdiri tegak dan menyerang mereka,” ujar Zamir.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyalahkan Amerika Serikat atas gagalnya kesepakatan dalam perundingan yang dimediasi Pakistan.
Abbas Araghchi menilai tuntutan Washington yang berlebihan serta perubahan sikap yang tidak konsisten menjadi penyebab utama kebuntuan.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, Menlu Iran itu memaparkan jalannya negosiasi intensif Iran-AS yang berlangsung akhir pekan lalu di Islamabad. Pembicaraan itu disebut sempat menunjukkan kemajuan sebelum akhirnya terhenti.
“Iran, meski memiliki ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, tetap memasuki negosiasi dengan itikad baik dan pendekatan yang bertanggung jawab,” ujarnya dilansir dari Tasnim News Agency.
Berita Terkait
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029