News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB
Ilustrasi perang - Perang Israel vs Iran. (Gemini)
Baca 10 detik
  • Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, menyetujui rencana kelanjutan operasi militer terhadap Iran dalam rapat khusus, Senin (13/4).
  • Israel menyatakan telah memberikan pukulan signifikan untuk melemahkan kemampuan militer Iran serta proksinya di berbagai wilayah konflik.
  • Kegagalan perundingan Iran dan Amerika Serikat di Islamabad disebabkan oleh tuntutan berlebihan serta ketidakkonsistenan posisi pihak Washington.

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyetujui rencana lanjutan operasi militer yang menargetkan Iran dan sejumlah front lainnya.

Keputusan itu diambil dalam rapat evaluasi situasi khusus bersama forum staf umum angkatan bersenjata Israel, Senin (13/4) waktu setempat.

Dikutip dari laporan Channel 14, rapat petinggi militer Israel itu membahas perihal kesiapan tempur dan strategi lanjutan untuk menghadapi eskalasi konflik usai pembicaraan AS dan Iran di Islamabad tanpa hasi.

Zamir menyinggung momentum menyerang Iran, menjelang Hari Peringatan Holocaust sebagai refleksi tanggung jawab sejarah.

Saat kami merencanakan kelanjutan operasi, saya tidak bisa mengabaikan besarnya tanggung jawab sejarah yang ada di pundak kami,” ujar Eyal Zamir.

Eyal Zamir menegaskan bahwa Israel kini berada dalam posisi berbeda dibanding masa lalu.

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir. (Foto: Wikipedia)

“Dari bangsa yang pernah teraniaya tanpa perlindungan, kini kami berperang untuk menghilangkan ancaman eksistensial terhadap negara Israel dan rakyat Yahudi,” katanya.

Zamir juga mengklaim keberhasilan signifikan dalam operasi melawan Iran dan sekutunya.

“Kami menghadapi musuh yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik dari dekat maupun jauh. Kami mengalahkan Iran dan proksinya, telah memberikan pukulan keras dan melemahkan kemampuan militernya,” tegasnya.

Baca Juga: Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

Ia menambahkan bahwa Israel tidak gentar menghadapi Teheran.

“Kami tidak gentar terhadap rezim diktator yang kejam. Kami berdiri tegak dan menyerang mereka,” ujar Zamir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyalahkan Amerika Serikat atas gagalnya kesepakatan dalam perundingan yang dimediasi Pakistan.

Abbas Araghchi menilai tuntutan Washington yang berlebihan serta perubahan sikap yang tidak konsisten menjadi penyebab utama kebuntuan.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, Menlu Iran itu memaparkan jalannya negosiasi intensif Iran-AS yang berlangsung akhir pekan lalu di Islamabad. Pembicaraan itu disebut sempat menunjukkan kemajuan sebelum akhirnya terhenti.

“Iran, meski memiliki ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, tetap memasuki negosiasi dengan itikad baik dan pendekatan yang bertanggung jawab,” ujarnya dilansir dari Tasnim News Agency.

Load More