News / Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 19:39 WIB
Sejumlah Ibu Pekerja Rumah Tangga (PRT) melakukan aksi Rabuan PRT: Payung Duka Seribu Ibu-Ibu PRT Indonesia di Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • RUU Perlindungan PRT tertahan di pemerintah akibat belum terbitnya Surat Presiden dan Daftar Inventarisasi Masalah.
  • Pekerja Rumah Tangga rentan mengalami eksploitasi dan kekerasan fisik karena bekerja di area domestik yang tidak terpantau publik.
  • Perwakilan SPRT Sapulidi mengkritik lambannya proses legislasi selama 22 tahun yang mengabaikan pengakuan status profesi pekerja domestik.

Ajeng pun menyentil momentum Hari Kartini yang sebentar lagi diperingati, di mana posisi perempuan pekerja domestik sering kali terlupakan dari narasi emansipasi.

"PRT ini bagian dari Kartini bukan sih? Padahal kawan-kawan PRT kami bekerja menjadi PRT ini adalah tulang punggung keluarga. Nasib kami dipertaruhkan di dalam rumah-rumah majikan ini yang penghasilan kami itu ditunggu oleh keluarga-keluarga kami," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More