News / Metropolitan
Jum'at, 17 April 2026 | 18:37 WIB
Petugas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengubur ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]
Baca 10 detik
  • Dinas KPKP DKI Jakarta berhasil menangkap 6,98 ton ikan sapu-sapu di lima wilayah kota pada 17 April 2026.
  • Operasi tersebut dilakukan guna menekan populasi spesies invasif yang merusak ekosistem sungai serta mengancam kekuatan tanggul banjir.
  • Gubernur DKI Jakarta berencana membentuk petugas khusus untuk memastikan penanganan ikan sapu-sapu dilakukan secara berkelanjutan di masa depan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) baru saja menyelesaikan operasi besar-besaran untuk menekan populasi spesies invasif di perairan ibu kota.

Dalam aksi yang dilakukan secara terintegrasi tersebut, petugas berhasil menangkap total 6,98 ton ikan sapu-sapu dari berbagai aliran sungai dan saluran air yang tersebar di lima wilayah kota administrasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyebutkan sebanyak 6,98 ton ikan sapu-sapu sudah ditangkap dalam kegiatan serentak operasi penangkapan ikan tersebut di lima wilayah Jakarta.

“Kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu telah dilaksanakan secara serentak oleh lima wilayah kota pada 17 April pukul 07.30 sampai 11.00 WIB. Hasil tangkapan ikan yang diperoleh mencapai 6,98 ton,” kata Hasudungan di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Operasi ini melibatkan berbagai unsur petugas lapangan yang menyisir titik-titik krusial di mana ikan sapu-sapu sering berkembang biak dengan cepat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, distribusi hasil tangkapan menunjukkan angka yang bervariasi di setiap wilayah. Ia merinci ikan sapu-sapu yang ditangkap di kawasan Jakarta Utara sebanyak 545 ekor atau 271 kilogram.

Penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara meliputi saluran penghubung (PHB) RW 06 Kelurahan Kepala Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, yang selama ini menjadi salah satu titik pantau karena kerap terjadi penyumbatan akibat sampah dan populasi ikan yang tak terkendali.

Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Barat ditangkap di Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng sebanyak 71 ekor atau 17 kilogram.

Meskipun angka di Jakarta Barat relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lain, pembersihan di area ini dianggap penting untuk menjaga kelancaran aliran air menuju pintu-pintu air utama di sisi barat Jakarta.

Baca Juga: Operasi Serentak! Ikan Sapu-Sapu Diburu di Sungai-Sungai Jakarta

Bergeser ke pusat kota, penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta Pusat dilakukan di tujuh titik kecamatan dan diperoleh sebanyak 536 ekor atau 565 kilogram.

Lokasi-lokasi di Jakarta Pusat yang menjadi sasaran operasi umumnya merupakan saluran drainase makro yang bersinggungan langsung dengan pemukiman padat penduduk dan kawasan bisnis.

Lonjakan angka tangkapan paling signifikan ditemukan di wilayah selatan Jakarta. Penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dilakukan di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

Sebanyak 63.600 ekor ikan sapu-sapu atau 5.300 kilogram ditangkap di wilayah ini. Dominasi di Jakarta Selatan ini menjadi perhatian khusus mengingat kawasan Setu Babakan merupakan salah satu cadangan air dan destinasi wisata yang harus dijaga kelestarian ekosistem aslinya.

Terakhir di Jakarta Timur, penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di 10 titik kecamatan dan memperoleh 4.128 ekor atau 825,5 kilogram.

Sebaran titik penangkapan yang luas di Jakarta Timur menunjukkan bahwa hampir seluruh aliran sungai di wilayah tersebut telah terpapar oleh keberadaan ikan invasif ini.

Load More