- Kapal perusak USS Spruance milik Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran Touska di perairan Teluk Oman.
- Penyitaan dilakukan setelah kapal kargo Iran tersebut menolak berhenti dan mencoba menerobos blokade laut Amerika Serikat.
- Ketegangan meningkat karena pemerintah Iran mempertimbangkan menolak perundingan damai selama blokade laut oleh Amerika Serikat berlangsung.
Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance (DDG-111), mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut.
residen AS Donald Trump mengklaim kapal tersebut dilubangi sebelum akhirnya dikuasai pasukan AS.
Insiden terjadi di Teluk Oman saat kapal kargo berbendera Iran bernama Touska menolak peringatan untuk berhenti.
Menurut Trump, tindakan tegas diambil setelah kapal tersebut tetap melaju meski sudah diberi ultimatum oleh militer AS.
“Kapalnya mencoba menerobos blokade kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” ujar Trump dilansir dari NY Post.
Trump menambahkan bahwa Marinir AS kini telah mengambil alih kendali penuh atas kapal tersebut.
Rekaman komunikasi yang beredar menunjukkan peringatan keras dari pihak AS sebelum tembakan dilepaskan.
“Kosongkan ruang mesin, kami siap melakukan tembakan penghentian,” terdengar rekaman pihak militer AS yang dipublikasikan media Amerika Serikat.
Penyitaan kapal ini terjadi di tengah upaya Washington menekan Teheran agar menerima kesepakatan damai.
Baca Juga: Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak
Kapal Touska sendiri disebut telah masuk daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena dugaan aktivitas ilegal sebelumnya.
Sebelumnya, Donald Trump, mengumumkan akan mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan, untuk membuka peluang perundingan dengan Iran.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik AS-Israel dengan Iran, khususnya terkait Selat Hormuz.
Trump menyebut pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung awal pekan ini, meski belum merinci siapa saja yang akan mewakili Washington.
Sebelumnya, perundingan putaran pertama yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.
Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Iran jika menolak tawaran AS.
Berita Terkait
-
Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur