-
Rusia dan Iran berkoordinasi amankan Selat Hormuz di tengah ancaman blokade Amerika Serikat.
-
Teheran menjamin keamanan kapal kargo Rusia meski konflik dengan Washington kembali memanas.
-
Rusia mendesak semua pihak mematuhi parameter gencatan senjata demi menghindari perang terbuka.
Stabilitas kawasan saat ini berada di ujung tanduk seiring dengan mendekatnya tenggat waktu kesepakatan damai sementara.
Rusia terus mendorong agar jalur komunikasi diplomatik tetap terbuka lebar demi menghindari pecahnya konflik fisik yang tidak terkendali.
"Pentingnya melanjutkan upaya diplomatik yang bertujuan mencegah situasi berkembang secara tidak terkendali dan menghindari kambuhnya konfrontasi bersenjata sangat ditekankan," lanjut pernyataan tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran pasar global yang mulai bergejolak akibat ketidakpastian di wilayah Teluk.
Moskow juga menawarkan diri sebagai jembatan dialog antara Iran dengan negara-negara Arab di seberang Teluk Persia.
Kesediaan Rusia menjadi fasilitator ini bertujuan menciptakan konsensus yang dapat diterima oleh semua aktor regional yang berkepentingan.
Jaminan Kebebasan Navigasi Bagi Armada Rusia
Sebagai bentuk kerja sama strategis Iran memberikan pengecualian keamanan khusus bagi kapal-kapal yang mengibarkan bendera Rusia.
"Pihak Iran, pada bagiannya, menegaskan kembali kesiapannya untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna memastikan lintasan kapal dan kargo Rusia tanpa hambatan melalui jalur air tersebut," tambah kementerian.
Baca Juga: Rusia Kritik Penguatan Nuklir Inggris dan Prancis, Dinilai Picu Perlombaan Senjata
Komitmen ini memberikan kepastian bagi alur logistik Rusia di tengah blokade yang diterapkan Iran terhadap kapal-kapal negara Barat.
Jaminan ini sekaligus memperkuat posisi tawar Rusia sebagai mitra utama Iran di tengah isolasi diplomatik yang dilakukan Amerika Serikat.
Dengan demikian aktivitas ekspor dan impor Rusia di wilayah tersebut diharapkan tetap terlindungi dari dampak penutupan akses laut.
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh aksi saling sita kapal yang melibatkan kekuatan militer Amerika Serikat dan garda revolusi Iran.
Pasukan Amerika Serikat diketahui menyita kapal kargo milik Iran yang kemudian dibalas dengan penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.
Penutupan jalur ini secara otomatis memicu lonjakan harga minyak dunia dan menciptakan kepanikan di pasar berjangka internasional.
Situasi semakin rumit karena masa berlaku gencatan senjata dua pekan antara kedua negara akan segera berakhir pada hari Rabu ini.
Saat ini Iran sedang meninjau proposal baru dari Amerika Serikat yang dibawa oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Hanya Pengalihan Arus, Polisi Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan Saat Persija Vs Persib di SUGBK
-
Olah TKP Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polisi Temukan Selongsong 5,56 Mm dan 9 Mm
-
Review Film Fiksi.: Ketika Cinta Berubah Menjadi Obsesi Mematikan
-
Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang
-
Industri Konstruksi Mulai Geser ke Material Rendah Karbon
-
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi
-
Sinopsis Film Hungry Ghost Festival: Petualangan Aci Resti hingga Fajar Nugra Berujung Teror Arwah
-
Amnesia Pasca Kecelakaan? Misteri Kelam dalam Novel Ketika Sukma Terjaga
-
'Enough is Enough!', IDAI Desak Kasus Keracunan MBG yang Terus Berulang Dihentikan
-
Promo Spesial Waroeng Steak Pakai QRIS BRI, Cashback Langsung Ditransfer ke Rekening!