Meski begitu, pihak Angkatan Laut AS menegaskan bahwa setiap gangguan dapat ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu operasional secara signifikan.
Dampak Penugasan Panjang terhadap Moral Awak
Penugasan selama hampir 9 bulan tanpa jeda menjadi faktor lain yang ikut disorot. Diketahui kapal induk USS Gerald R. Ford berangkat dari Naval Station Norfolk pada Juni 2025 dan sejak itu telah menjalani dua kali perpanjangan masa tugas.
Durasi penugasan yang panjang ini bahkan mendekati rekor pada era Perang Vietnam, ketika kapal induk bisa beroperasi lebih dari 300 hari tanpa kembali ke pangkalan.
Tekanan operasional yang tinggi di tengah konflik dinilai berdampak pada kondisi psikologis para awak kapal. Kritik datang dari Mark Warner, yang menilai awak kapal telah mencapai batas kemampuan mereka. Ia menyoroti bahwa keputusan militer yang agresif berpotensi membebani personel di lapangan.
Bahkan Senator AS Tim Kaine menyebut tekanan yang dialami kru sangat besar setelah berbulan-bulan jauh dari keluarga.
"Penugasan panjang ini memberikan tekanan serius terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka," ujar Kaine dikutip dari USA Today.
Komandan gugus tempur kapal induk, Paul Lanzilotta, mengatakan kelelahan menjadi faktor utama selama misi panjang.
"Penugasan panjang memang menantang. Kelelahan menumpuk dan waktu jauh dari rumah sangat membebani para pelaut," ujarnya.
Baca Juga: Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz
Pengganti Disiapkan: USS George H.W. Bush
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, kapal induk USS Gerald R. Ford direncanakan akan berlayar menuju Crete untuk menjalani proses perbaikan. Meski begitu, belum ada kepastian mengenai berapa lama pengerjaan tersebut akan berlangsung.
Penarikan sementara ini tentu berdampak pada kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pasalnya kapal ini membawa lebih dari 75 pesawat tempur termasuk F/A-18 Super Hornet yang selama ini berperan aktif dalam operasi serangan udara terhadap Iran.
Untuk menutup kekosongan tersebut, militer AS dikabarkan tengah menyiapkan kapal induk lain, yakni USS George H.W. Bush. Kehadiran kapal pengganti ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan dan stabilitas operasi militer di kawasan tersebut.
Sebelumnya, USS Gerald R. Ford terlibat dalam operasi militer di kawasan Karibia yang mencakup penindakan jaringan narkoba serta tekanan terhadap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro.
Setelah itu, kapal ini kembali digeser ke Timur Tengah untuk memperkuat posisi militer Amerika Serikat termasuk mendukung operasi udara intensif terhadap target militer Iran.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL