- Reza Pahlavi dilempari cairan merah oleh demonstran saat berkunjung ke Berlin, Jerman, pada Kamis, 24 April 2026.
- Kunjungan tersebut bertujuan menggalang dukungan internasional untuk mengakhiri pemerintahan Republik Islam Iran melalui aksi militer.
- Pemerintah Jerman menolak pertemuan resmi dengan Pahlavi di tengah penolakan warga terkait dukungannya terhadap agresi asing.
Meski tidak ditemui oleh jajaran eksekutif, beberapa anggota parlemen Jerman dilaporkan tetap mengadakan pembicaraan dengan Pahlavi secara terpisah.
Pahlavi sendiri mengklaim memiliki basis dukungan yang sangat kuat, terutama di kalangan generasi muda Iran.
"Di dalam Iran, puluhan juta warga Iran meneriakkan nama saya, dan mereka masih melakukannya," klaim Pahlavi, seraya menambahkan bahwa "Gen Z di Iran saat ini adalah pendukung terbesar saya."
Ambisi Kembali ke Iran dan Tantangan Diaspora
Pahlavi, yang belum pernah menginjakkan kaki lagi di Iran sejak ayahnya, Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dalam Revolusi 1979, menyatakan kesiapannya untuk memimpin masa transisi jika rezim Republik Islam runtuh akibat perang. Strategi utamanya adalah mendorong pemberontakan rakyat secara masif.
Namun, posisi Pahlavi tidaklah mutlak. Meskipun ia memiliki pengikut besar di kalangan diaspora dan sempat mendapat dukungan dalam protes anti-rezim pada Januari lalu, ia hanyalah salah satu dari banyak kelompok diaspora Iran yang sering kali berselisih paham.
Hambatan besar lainnya datang dari panggung politik AS. Hingga saat ini, Pahlavi gagal mendapatkan pengakuan resmi dari Presiden Donald Trump.
Trump dilaporkan belum pernah bertemu secara resmi dengan Pahlavi, dan berulang kali menyatakan skeptisisme terhadap kemampuan sang putra mahkota untuk memimpin Iran di masa depan.
Baca Juga: Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat
Berita Terkait
-
Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat
-
Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
-
Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran
-
Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
-
AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun