- Istri dan dua anak bandar narkoba Koko Erwin tiba di Bareskrim Polri Jakarta pada Jumat sore.
- Ketiga anggota keluarga tersebut diperiksa atas dugaan tindak pidana pencucian uang dari hasil peredaran narkotika.
- Polisi menyita berbagai aset bergerak dan tidak bergerak hasil tindak pidana dari jaringan Koko Erwin tersebut.
Suara.com - Istri dan dua anak dari bandar narkoba kelas kakap Erwin Iskandar, yang lebih dikenal dengan nama Koko Erwin, telah tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026) sore.
Kedatangan mereka untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari hasil peredaran gelap narkotika yang dikendalikan oleh Koko Erwin.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, rombongan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang membawa ketiga tersangka tersebut tiba di Gedung Awaloedin Djamin sekitar pukul 17.20 WIB.
Pengawalan ketat dilakukan oleh petugas saat para tersangka diturunkan dari mobil operasional kepolisian.
Tersangka pertama yang terlihat keluar dari kendaraan adalah VVP, yang merupakan istri dari Koko Erwin.
Saat digiring oleh petugas menuju lift gedung, VVP tampak berusaha menghindari sorotan kamera dengan menutupi wajahnya menggunakan tangan dan pakaiannya guna menghindari awak media yang sudah menunggu di lokasi.
Menyusul di belakangnya, tersangka kedua yang turun adalah HSI, anak laki-laki dari Koko Erwin.
HSI terlihat mengenakan jaket berwarna hitam lengkap dengan masker yang menutupi sebagian besar wajahnya.
Sepanjang perjalanannya menuju ruang pemeriksaan, HSI hanya tertunduk lesu tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada wartawan.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
Tersangka terakhir yang keluar dari mobil adalah CA, yang juga merupakan anak dari Koko Erwin.
Berbeda dengan tersangka lainnya, tangan CA tampak tidak diborgol saat digiring masuk ke dalam gedung.
Sama seperti ibu dan saudaranya, CA juga memilih untuk menundukkan wajahnya dalam-dalam saat berjalan melewati kerumunan media.
Sebelum dibawa ke Jakarta, ketiga tersangka ini ditangkap oleh tim gabungan di dua lokasi berbeda di wilayah Nusa Tenggara Barat, yakni di Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram.
Penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan besar terhadap jaringan narkoba yang dikelola oleh Koko Erwin.
Setelah penangkapan tersebut, penyidik memutuskan untuk membawa mereka ke Gedung Bareskrim Polri guna pendalaman materi perkara TPPU.
Berita Terkait
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
Tok! Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Peredaran Narkoba dalam Rutan
-
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M, Terbukti Terlibat Peredaran Narkoba di Penjara
-
Senyum Optimis Ammar Zoni di Sidang Vonis Kasus Narkoba: Pasrah atau Siap Melawan?
-
Sidang Vonis Kasus Narkoba Digelar Hari Ini, Ammar Zoni Akui Gelisah dan Kurang Tidur
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut
-
Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri