News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB
Kilas Balik Pembebasan Kapal Sinar Kudus Dari Perompak Somalia (Dok. Marine Trafic)

Suara.com - Komplotan perompak membajak kapal tanker minyak Honour 25 di lepas pantai Somalia. Kapal ditumpangi oleh 17 awak termasuk warga negara Indonesia (WNI). Para awak itu terdiri dari 10 warga Pakistan, 4 warga negara Indonesia, satu warga India, satu warga Sri Lanka, serta satu warga Myanmar.

Para pejabat Somalia mengungkapkan insiden tersebut terjadi pada 22 April malam. Kala itu, ada enam orang bersenjata berhasil menyerbu kapal yang membawa 18.500 barel minyak. Kini upaya pembabasan awak kapal minyak tanker Honour masih berlangsung.

Insiden tak meyenangkan ini lantas mengingatkan masyarakat Indonesia terhadap kejadian serupa yang menimpa Kapal Sinar Kudus pada 2011 silam. Di mana,  pada 16 Maret 2011 MV Kapal Sinar Kudus yang membawa 20 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia disandera oleh perompak Somalia di Perairan Teluk Aden.

Kilas balik Pembebasan Kapal Sinar Kudus Dari Perompak Somalia

Setelah negosiasi panjang dan tebusan miliaran rupiah dibayarkan, MV Sinar Kudus bebas dari tangan perompak Somalia. TNI yang memantau pembebasan tersebut berhasil menghabisi 4 perompak Somalia kala kapal kargo itu memasuki perairan internasional. Berikut kilas balik pembebasan Kapal Sinar Kudus Dari Perampok Somalia:

1. Tanggal 16 Maret 2011

Kapal Sinar Kudus dibajak perompak Somalia. Selanjutnya, MV itu dipergunakan sebagai kapal induk pembajak untuk beroperasi ke utara hingga Teluk Oman.

2. Tanggal 17 Maret

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pertama kali menerima laporan terkaoy pembajakan MV Sinar Kudus.

3. Tanggal 18 Maret

Baca Juga: Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

  • Pukul 11.00 WIB

Presiden lantas memberikan intruksi secara langsung operasi pembebasan terhadap ABK MV Sinar Kudus

  • Pukul 14.00 WIB

Diadakan rapat khusus Kemenko Polhukam yang membahas alternatif pembebasan para awak. Hasilnya, negosiasi terus berlangsung dan operasi militer pun mulai disiapkan.

  • Pukul 19.00 WIB, diputuskan untuk bertindak.

Langkah pertama, pemerintah memiliki strategi membebaskan kapal dengan operasi khusus apabila kapal Sinar Kudus berada di tengah laut. Rencana kedua, persiapam rencana cadangan jika kapal sudah turun jangkar di wilayah Somalia dengan mempelajari perkembangan di lapangan. Ketiga, mengirimkan 2 kapal fregat yang berisi pasukan khusus.

4. Tanggal 19 Maret

Panglima TNI resmi menerima persetujuan dari Presiden terkait kekuatan yang akan diberangkatkan yaitu 2 kapal fregat, 1 helikopter, pasukan khusus dari marinir, Kopassus, serta Kopaska.

5. Tanggal 20 Maret

Persiapan kapal dan pasukan mulai dilakukan.

6. Tanggal 21 Maret

  • Penjelasan rencana operasi serta penerimaaan keputusan Presiden.
  • 2 fregat dan heli diberangkatkan dari Jakarta
  • Pasukan khusus berangkat dari Jakarta memakai pesawat TNI AU dan bergabung dengan kapal di Colombo.
  • Pembebasan dilakukan ketika kapal sedang berlayar.

7. Tanggal 23 Maret

2 fregat dan helikopter berangkat dari Jakarta.

8. Tanggal 29 Maret

2 Kapal sudah tiba di Colombo. Proses penerimaan pasukan khusus dan bekal ulang berlangsung.

9. Tanggal 30 Maret

2 fregat berangkat dari Colombo ke wilayah perairan Somalia. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima saat itu, MV Sinar Kudus sudah turun jangkar di perairan Somalia. Akan tetapi, ada kemungkinan masih dipakai sebagai kapal induk.

10. Tanggal 4 April

Pasukan Gugus Tugas telah tiba di Somalia. Mereka melakukan pengumpulan data dan rencana cadangan. Pertama, hasil deteksi dari helikopter yang diterbangkan melaporkan bahwa ada 8 kapal negara lain yang dibajak.

Kedua, belum ada negara lain yang melakukan pembebasan sandera ketika kapal sudah turun jangkar. Ketiga, biasanya ABK yang disandera sering dipindah dan jumlahnya di kapal tidak lengkap.

Keempat, masing-masing kapal yang dibajak dijaga oleh pasukan keamanan. Kelima, terdapat kurang lebih 15-20 kelompok perompak yang terorganisir. Di mana setiap kelompoknya berisi 30 anggota. Keenam, kapal-kapal turun jangkar di kota yang mayoritas berisi perompak.

11. Tanggal 6 April

Satgas kembali ke Pelabuhan Oman, Salalah, untuk bekal ulang.

12. Tanggal 12 April

Pasukan melakukan antisipasi jika Sinar Kudus keluar dari perairan Somalia.

13. Tanggl 13 April

Negosiasi memperoleh titik terang yaitu penindakan disesuikan dengan tebusan yang disepakati. Dipastikan pula langkah itu mendapat jaminan keselamatan ABK. Setelah itu, di saat pelepasan akan dilaksanakan tindakan militer terhadap komplotan perompak Somalia.

14. Tanggal 18 April

Melakukan rapat terbatas di Bogor untuk menyelamatkan sandera, kemudian pengejaran terhadap bajak lait Somalia yaitu dengan dilakukannya operasi militer. Aksi serentak dilakukan dengan kekuatan 1 LPD, 1 heli, Kopassus, Kostrad, marinir hingga pelibatan Sandi Yudha pimpinan Dankormar.

15. Tanggal 21 April

Penambahan kekuatan diberangkatkan dari Jakarta menuju Somalia.

16. Tanggal 27 April

SBY mencermati kebijakan serta permintaan bebaskan dan selamatkan ABK, melaksanakan aksi militer terhadap elemen perompak, hingga mengawal MV Sinar Kudus sampai ke Oman.

17. Tanggal 28 April

Rencana pengantaran uang tebusan kemudian dibatalkan sebab ada pimpinan perompak meminta nominal tebusan dinaikkan dari jumlah yang disepakati.

18. Tanggal 30 April

Pengantaran uang tebusan melalui pesawat dispanser. Uang miliaran itu dibawa ke MV Sinar Kudus untuk dicek asli atau tidak. Selanjutnya dibagi ke perompak, investor, tokoh informal 10 persen, serta penjaga 10 persen. Perhitungan uang tebusan dilakukan di kapal sampai malam.

19. Tanggal 1 Mei

Pagi harinya, semua perompak turun dari MV Sinar Kudus. Setelah dipastikan tidak ada lagi perompak di MV Sinar Kudus, barulah dilakukan aksi tindakan militer pengamanan untuk melakukan pengejaran. Karena perompak Somalia mengetahui tindakan itu, mereka ikut menyerang TNI. Hingga akhirnya terjadi baku tembak.

Sejumlah 4 Perompak tertembak dan jatuh ke laut. Namun, tidak ditemukan mayatnya di laut dan hanya speedboatnya yang ditemukan dan dibawa ke Indonesia.

Setelah itu, TNI melakukan pengecekan keamaan MV Sinar Kudus dan sterilisasi perompak serta bahan peledak. Setelah dipastikan aman, kapal kemudian dibawa ke Oman dan dikawal oleh 2 fregat.

20. Tanggal 4 Mei

Satgas, kapal LPD (Landing Platform Deck), serta pihak militer lainnya melaksanakan konsolidasi di Oman.

Kejadian yang menimpa MV Sinar Kudus kembali harus dirasakan kapal tanker minyak Honour di perariran Somalia. Kini upaya pembebasan para awak tengah dilakukan.

Demikian tadi kilas balik pembebasan kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia. Semoga menambah wawasan!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More