- Pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah membantah kabar penjualan rumah massal akibat trauma banjir di kawasan tersebut.
- Faktor utama penjualan rumah adalah demografis pensiunan dan alih kepemilikan oleh ahli waris, bukan fenomena eksodus warga.
- Warga tetap nyaman tinggal di sana karena faktor keamanan, kerukunan sosial, serta harga properti yang sangat kompetitif.
Suara.com - Warga dan pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang menyebutkan puluhan rumah di kawasan tersebut dijual massal akibat pemilik trauma banjir.
Warga menilai narasi tersebut menyudutkan dan merusak citra lingkungan yang selama ini dianggap nyaman dan rukun.
Ketua RW 06 Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Boy Irvan, menyatakan keberatannya terhadap narasi yang menyebut perumahan mereka ditinggalkan penghuninya.
Ia menegaskan bahwa rumah yang dijual di kawasan tersebut tidak berkaitan langsung dengan intensitas banjir, melainkan faktor demografis sebagai perumahan lama.
Ia menjelaskan bahwa dari total sekitar 780 rumah di wilayahnya, jumlah rumah yang dipasangi papan atau spanduk dijual masih dalam batas wajar dan bukan merupakan fenomena eksodus massal.
“Kalau seandainya ada rumah dijual sekitar 20 itu masih make sense. Karena kan persentasenya jauh kan, kecuali separuh dari rumah dijual, separuh dari rumah dikosongin, nah itu baru tanda tanya,” ujar Boy Irvan, Rabu (6/5/2026).
Berdasarkan pantauan Suara.com di lapangan, Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren terlihat ramai lalu-lalang kendaraan keluar masuk perumahan. Perumahan terlihat masih banyak berpenghuni.
Faktor Pensiunan
Mayoritas penghuni Perumahan Taman Mangu Indah adalah para pensiunan dari berbagai instansi seperti Pajak, TNI, dan Polri yang telah menetap sejak tahun 1970-an. Hal ini menjadi alasan utama adanya rumah yang kosong atau dijual oleh ahli waris.
Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras
“Kalau jual rumah emang udah dari dulu sih. Sebelum banjir juga emang udah... karena orangnya udah pada nggak ada. Kan ini kan kebanyakan kan rumah-rumah para pensiunan. Sudah lama tinggal di sini, tinggal anak-anaknya,” jelas salah satu satpam di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Dias.
"Mereka udah punya rumah di mana, akhirnya rumah ini kan kosong," katanya menambahkan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 06 Boy Irvan juga menambahkan bahwa fenomena rumah dijual tersebut lebih banyak merupakan "jual santai".
“Ada yang masih ditempatin ada tulisan dijual, mereka itu jual-jual santai gitu loh. Ada yang beli syukur, enggak ya udah gitu,” kata dia.
Klarifikasi Riwayat Banjir: Imbas Proyek BXC dan Tanggul Seberang
Terkait isu banjir, Pak RW menjelaskan bahwa meski daerah tersebut memiliki riwayat banjir, namun intensitasnya biasanya dalam siklus panjang, bukan setiap saat.
Berita Terkait
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard