News / Nasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB
Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)
Baca 10 detik
  • Pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah membantah kabar penjualan rumah massal akibat trauma banjir di kawasan tersebut.
  • Faktor utama penjualan rumah adalah demografis pensiunan dan alih kepemilikan oleh ahli waris, bukan fenomena eksodus warga.
  • Warga tetap nyaman tinggal di sana karena faktor keamanan, kerukunan sosial, serta harga properti yang sangat kompetitif.

Ia menunjuk pembangunan tanggul dan masalah teknis di wilayah RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Perumahan Taman Mangu Indah sebagai pemicu memburuknya situasi belakangan ini.

“Dulu sih tetep banjir, warga banjir cuma kan karena lima tahunan kayak gitu dan saya rasa kita juga paham juga wilayah lain juga sama aja ngalamin juga kan. Beberapa tahun sekali doang gitu nggak yang tiap tahun banjir gitu kan. Ini kan imbasnya itu satu dari Kali BXC, kedua dari pendangkalan akibat sana, kali itu, dua faktor utama yang air suka meluap ke sini gitu,” jelas Ketua RW 06.

Boy juga bercerita terkait fenomena air meluap (luber) yang terjadi baru-baru ini.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kerusakan infrastruktur di wilayah tetangga.

“Kalau lagi tinggi sama aja. Tapi kalau untuk luber itu, kemarin sempat luber itu belum pernah tadinya. Cuma kan karena ada tanggul jebol di seberang, yang perumahan Ceger itu ya. Nah, karena dia jebol akhirnya kalinya tinggi luber. Tapi waktu dia itu nggak jebol sini nggak luber,” tegas Ketua RW 06.

Alasan Warga Tetap Betah: Harga Masuk Akal dan Lingkungan Rukun

Meskipun diterpa isu miring, warga menyatakan tetap betah tinggal di Taman Mangu Indah. Faktor luas tanah, harga properti yang kompetitif, serta sistem keamanan menjadi alasan utama kawasan ini tetap menjadi pilihan hunian yang ideal.

“Adalah sulit mencari rumah yang harganya make sense dengan luas di sini. Sini sampai yang 300 meter juga ada. Jadi termasuk rumahnya luas-luas, udah gitu juga jalannya kan semuanya udah dicor sampai ke belakang udah dicor," kata dia.

"Pengamanannya satu pintu, kalau ada tamu harus ninggalin KTP. Nah itu ngebantu untuk komplek-komplek sekitar sini banyak jadi percontohan sih sini,” Boy menambahkan.

Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras

Selain faktor fisik bangunan, kerukunan antarwarga menjadi nilai tambah yang membuat penghuni enggan pindah. Pengurus lingkungan secara rutin mengadakan kegiatan edukasi dan sosial.

“Komplek ini termasuk rukun ya orangnya. Jadi kayak tadi nih saya sebenernya abis ngumpul dengan warga di Taman Blok B mengedukasi. Kita Taman Blok B itu adalah ada perpustakaannya jadi edukasi. Kalau malem biasanya saya di belakang, Blok H. Jadi kompak warganya sih,” pungkas Pak RW.

Warga menyesalkan adanya pemberitaan yang menyamaratakan kondisi Perumahan Taman Mangu Indah tanpa melihat fakta di lapangan.

“Kedua juga dengan adanya berita (dari media lain) kemarin tentu saja ya kecewa karena kan mempengaruhi sini juga karena sebutnya Taman Manggu Indah aja kan, padahal Taman Manggu Indah itu ada dua kan, sana (Kelurahan Jurang Mangu Barat) sama sini (RW 06),” tutupnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More