- Pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah membantah kabar penjualan rumah massal akibat trauma banjir di kawasan tersebut.
- Faktor utama penjualan rumah adalah demografis pensiunan dan alih kepemilikan oleh ahli waris, bukan fenomena eksodus warga.
- Warga tetap nyaman tinggal di sana karena faktor keamanan, kerukunan sosial, serta harga properti yang sangat kompetitif.
Ia menunjuk pembangunan tanggul dan masalah teknis di wilayah RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Perumahan Taman Mangu Indah sebagai pemicu memburuknya situasi belakangan ini.
“Dulu sih tetep banjir, warga banjir cuma kan karena lima tahunan kayak gitu dan saya rasa kita juga paham juga wilayah lain juga sama aja ngalamin juga kan. Beberapa tahun sekali doang gitu nggak yang tiap tahun banjir gitu kan. Ini kan imbasnya itu satu dari Kali BXC, kedua dari pendangkalan akibat sana, kali itu, dua faktor utama yang air suka meluap ke sini gitu,” jelas Ketua RW 06.
Boy juga bercerita terkait fenomena air meluap (luber) yang terjadi baru-baru ini.
Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kerusakan infrastruktur di wilayah tetangga.
“Kalau lagi tinggi sama aja. Tapi kalau untuk luber itu, kemarin sempat luber itu belum pernah tadinya. Cuma kan karena ada tanggul jebol di seberang, yang perumahan Ceger itu ya. Nah, karena dia jebol akhirnya kalinya tinggi luber. Tapi waktu dia itu nggak jebol sini nggak luber,” tegas Ketua RW 06.
Alasan Warga Tetap Betah: Harga Masuk Akal dan Lingkungan Rukun
Meskipun diterpa isu miring, warga menyatakan tetap betah tinggal di Taman Mangu Indah. Faktor luas tanah, harga properti yang kompetitif, serta sistem keamanan menjadi alasan utama kawasan ini tetap menjadi pilihan hunian yang ideal.
“Adalah sulit mencari rumah yang harganya make sense dengan luas di sini. Sini sampai yang 300 meter juga ada. Jadi termasuk rumahnya luas-luas, udah gitu juga jalannya kan semuanya udah dicor sampai ke belakang udah dicor," kata dia.
"Pengamanannya satu pintu, kalau ada tamu harus ninggalin KTP. Nah itu ngebantu untuk komplek-komplek sekitar sini banyak jadi percontohan sih sini,” Boy menambahkan.
Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya Bukan Cuma Hujan Deras
Selain faktor fisik bangunan, kerukunan antarwarga menjadi nilai tambah yang membuat penghuni enggan pindah. Pengurus lingkungan secara rutin mengadakan kegiatan edukasi dan sosial.
“Komplek ini termasuk rukun ya orangnya. Jadi kayak tadi nih saya sebenernya abis ngumpul dengan warga di Taman Blok B mengedukasi. Kita Taman Blok B itu adalah ada perpustakaannya jadi edukasi. Kalau malem biasanya saya di belakang, Blok H. Jadi kompak warganya sih,” pungkas Pak RW.
Warga menyesalkan adanya pemberitaan yang menyamaratakan kondisi Perumahan Taman Mangu Indah tanpa melihat fakta di lapangan.
“Kedua juga dengan adanya berita (dari media lain) kemarin tentu saja ya kecewa karena kan mempengaruhi sini juga karena sebutnya Taman Manggu Indah aja kan, padahal Taman Manggu Indah itu ada dua kan, sana (Kelurahan Jurang Mangu Barat) sama sini (RW 06),” tutupnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digeladang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer