-
Delapan belas warga Amerika dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius akibat wabah hantavirus mematikan.
-
Virus Andes yang mewabah di kapal tersebut mampu menular antarmanusia dan belum memiliki vaksin.
-
Gubernur New York memperketat pengawasan medis bagi warga yang pulang demi mencegah penyebaran domestik.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana virus tersebut melumpuhkan staf medis dan penumpang lainnya dalam waktu yang sangat singkat.
"Salah satu pasien meninggal dan dua lainnya, yaitu dokter dan salah satu staf lainnya, menjadi semakin sakit, lalu berita pertama tentang hantavirus muncul," jelasnya.
Kecepatan infeksi ini membuat otoritas pelabuhan dan pemerintah Amerika Serikat segera melakukan tindakan penyelamatan darurat.
Selain Rosmarin dan Kornfeld, Mary Roefs yang telah berusia 76 tahun asal desa Sidney juga menjadi perhatian khusus pemerintah. Mayoritas penumpang kini dirawat di Pusat Medis Universitas Nebraska, sementara dua lainnya dilarikan ke rumah sakit khusus di Atlanta.
Gubernur Kathy Hochul menegaskan bahwa meskipun situasi terkendali, langkah antisipasi harus dilakukan secara masif dan terstruktur. Ia menekankan perbedaan mekanisme penularan hantavirus dengan Covid-19 guna meredam potensi kepanikan di tengah masyarakat luas.
"Ini New York, ini adalah negara bagian dan kota yang besar dan padat penduduk, dan saya hanya perlu melakukan hal yang bertanggung jawab serta bersiap," kata Hochul.
Pemerintah New York kini tengah menyusun rencana proaktif untuk melindungi jutaan warganya dari potensi penyebaran virus ini.
Ia menjamin bahwa pemantauan terhadap warga yang kembali akan dilakukan secara intensif tanpa menimbulkan gangguan aktivitas publik.
"Keadaan ini dipantau secara berbeda dari virus corona, tidak ada kepanikan, tidak ada kekhawatiran," pungkas Gubernur Hochul memberikan ketenangan.
Baca Juga: Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius ini telah merenggut tiga nyawa dan menjadi perhatian serius karena melibatkan strain virus Andes. Berbeda dengan hantavirus pada umumnya, strain ini dapat menyebar melalui kontak antarmanusia, sementara hingga saat ini dunia medis belum menemukan vaksin maupun metode penyembuhan yang efektif untuk infeksi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?
-
Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
-
Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman
-
Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina
-
Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili
-
Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak