- Save the Children Indonesia menyatakan budaya kekerasan terhadap anak sering diwariskan lintas generasi melalui pola pengasuhan orang tua.
- Hasil survei 2024 menunjukkan pergeseran tren di mana kekerasan antar teman sebaya kini lebih mendominasi dibandingkan orang dewasa.
- Siti Nur Andini menekankan pentingnya hubungan reflektif antara orang tua dan anak untuk mencegah perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.
Karena itu, ia meminta sekolah tidak menutup-nutupi kasus kekerasan dan segera memanfaatkan sistem perlindungan anak yang telah tersedia, seperti SAPA maupun UPTD PPA di berbagai daerah.
“Cara yang benar ketika kekerasan terjadi adalah merespons dengan benar. Jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Keluarga Kita, Siti Nur Andini, menilai pencegahan kekerasan perlu dimulai dari pola relasi antara orang tua dan anak di rumah.
Ia menyoroti banyak anak mengalami persoalan perilaku di sekolah akibat tidak mendapatkan hubungan yang aman di lingkungan keluarga.
“Sering banget sekolah ataupun orang tua melihat masalah disiplinnya anak, misalnya anak bolos atau malas ke sekolah. Kalau kita telusuri balik itu karena di rumah nggak dapat hubungan yang aman dari keluarganya,” ujar Andini.
Menurut dia, orang tua dan pendidik perlu membangun “hubungan reflektif” dengan anak, salah satunya melalui kebiasaan mendengarkan anak secara utuh dan memvalidasi emosinya.
Andini juga mengingatkan bahaya penggunaan gawai berlebihan pada anak, terutama di usia dini. Ia menyebut banyak anak balita kini mulai mengalami kecanduan screen time akibat minimnya pendampingan orang tua.
“Banyak temuan di berbagai daerah itu anak kecil usia balita banyak yang sudah adiktif sehingga kebanyakan screen time. Padahal kebanyakan screen time itu malah menghambat tumbuh kembangnya anak,” katanya.
Diskusi tersebut merupakan bagian dari seminar Hari Pendidikan Nasional bertema Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar Save the Children Indonesia bersama program KREASI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
Berita Terkait
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro
-
Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur
-
Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu