News / Nasional
Senin, 25 Mei 2026 | 21:03 WIB
Ilustrasi gambar kekerasan pada anak (pixabay)
Baca 10 detik
  • Save the Children Indonesia menyatakan budaya kekerasan terhadap anak sering diwariskan lintas generasi melalui pola pengasuhan orang tua.
  • Hasil survei 2024 menunjukkan pergeseran tren di mana kekerasan antar teman sebaya kini lebih mendominasi dibandingkan orang dewasa.
  • Siti Nur Andini menekankan pentingnya hubungan reflektif antara orang tua dan anak untuk mencegah perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.

Karena itu, ia meminta sekolah tidak menutup-nutupi kasus kekerasan dan segera memanfaatkan sistem perlindungan anak yang telah tersedia, seperti SAPA maupun UPTD PPA di berbagai daerah.

“Cara yang benar ketika kekerasan terjadi adalah merespons dengan benar. Jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Keluarga Kita, Siti Nur Andini, menilai pencegahan kekerasan perlu dimulai dari pola relasi antara orang tua dan anak di rumah.

Ia menyoroti banyak anak mengalami persoalan perilaku di sekolah akibat tidak mendapatkan hubungan yang aman di lingkungan keluarga.

“Sering banget sekolah ataupun orang tua melihat masalah disiplinnya anak, misalnya anak bolos atau malas ke sekolah. Kalau kita telusuri balik itu karena di rumah nggak dapat hubungan yang aman dari keluarganya,” ujar Andini.

Menurut dia, orang tua dan pendidik perlu membangun “hubungan reflektif” dengan anak, salah satunya melalui kebiasaan mendengarkan anak secara utuh dan memvalidasi emosinya.

Andini juga mengingatkan bahaya penggunaan gawai berlebihan pada anak, terutama di usia dini. Ia menyebut banyak anak balita kini mulai mengalami kecanduan screen time akibat minimnya pendampingan orang tua.

“Banyak temuan di berbagai daerah itu anak kecil usia balita banyak yang sudah adiktif sehingga kebanyakan screen time. Padahal kebanyakan screen time itu malah menghambat tumbuh kembangnya anak,” katanya.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari seminar Hari Pendidikan Nasional bertema Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar Save the Children Indonesia bersama program KREASI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (Dinda Pramesti K)

Baca Juga: Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah

Load More