- Penelitian PKJS UI pada 4 Juni 2026 mengungkapkan mayoritas penerima Makan Bergizi Gratis berasal dari keluarga perokok.
- Keluarga perokok cenderung memprioritaskan belanja rokok dibandingkan makanan bergizi sehingga kondisi kesehatan anak lebih buruk dan underweight.
- Program Makan Bergizi Gratis belum terbukti signifikan menurunkan pengeluaran rokok maupun meningkatkan konsumsi pangan bergizi pada keluarga penerima.
Suara.com - Penelitian terbaru dari Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia mengungkap mayoritas anak penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari rumah tangga perokok.
Temuan ini dinilai dapat menghambat pencapaian tujuan utama MBG dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak.
Ketua PKJS UI, Aryana Satrya, mengatakan tingginya konsumsi rokok dalam rumah tangga berpotensi mengurangi efektivitas program unggulan pemerintah tersebut.
"Kami perkirakan akan mencederai tujuan program MBG karena tujuan utamanya berisiko tidak tercapai optimal," kata Aryana dalam diseminasi hasil riset "Perilaku Merokok dalam Rumah Tangga Anak Penerima Program Makan Bergizi Gratis", Kamis (4/6/2026).
Menurut Aryana, rokok tidak hanya berdampak pada kesehatan perokok, tetapi juga mengurangi kemampuan keluarga menyediakan makanan bergizi bagi anak.
"Konsumsi rokok pada keluarga itu dapat menurunkan kecukupan gizi dan kesehatan anak dan mengurangi kemampuan keluarga untuk membeli makanan bergizi," ujarnya.
Penelitian dilakukan terhadap 512 rumah tangga di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Jakarta Timur, dan Kabupaten Tangerang. Wilayah tersebut dipilih karena mewakili daerah urban dan rural dengan prevalensi merokok yang relatif tinggi.
Peneliti PKJS UI, Santoso, mengungkapkan sekitar tujuh dari sepuluh rumah tangga penerima MBG memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang merokok.
"Mayoritas anak-anak yang menerima MBG itu berasal dari keluarga yang merokok. Tujuh dari 10 rumah tangga tersebut memiliki setidaknya satu perokok di dalam rumah tangganya," kata Santoso.
Baca Juga: Banggar DPR Soroti Tata Kelola BGN Usai Tiga Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG
Tak hanya itu, riset juga menemukan indikasi adanya anak yang sudah mulai merokok di lingkungan keluarga penerima MBG.
"Ada sebagian kecil, satu dari 10 itu ada anaknya yang ikut merokok," ujarnya.
Anak dari Keluarga Perokok Lebih Banyak Underweight
Penelitian juga menemukan kondisi gizi anak di keluarga perokok cenderung lebih buruk dibanding keluarga non-perokok.
Santoso menjelaskan anak-anak dari keluarga perokok lebih banyak ditemukan dalam kondisi berat badan kurang atau underweight.
"Ditemukan lebih banyak yang underweight itu di keluarga yang perokok dibandingkan dengan keluarga yang non-perokok," kata dia.
Berita Terkait
-
Banggar DPR Soroti Tata Kelola BGN Usai Tiga Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG
-
Usai Copot Dadan dari Kepala BGN, Prabowo: Urusan Makan Paling Gampang Dikorupsi
-
Skandal Korupsi BGN Tak Halangi Jatah MBG untuk Lansia, Gus Ipul: Tetap Lanjut
-
Siapa Tony Robbins? Motivator Amerika Sahabat Prabowo yang Diajak Cicipi Menu MBG
-
Dadan Cs Ditahan Kejagung, Ketua Banggar DPR: BGN Harus Fokus Makan Bergizi, Bukan iPad dan Motor
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan