Suara.com - Bank Dunia menyediakan data tentang ekonomi dan atau kebijakan di tingkat provinsi dan kabupaten di Indonesia. Data komprehensif di tingkat daerah sekarang tersedia untuk umum melalui INDO-DAPOER (Indonesia Data for Policy and Economics Research) di data.worldbank.org.
DAPOER – yang secara harafiah merupakan tempat memasak – diharapkan dapat menjadi wadah untuk meracik berbagai data yang selanjutnya diolah menjadi produk analisis, seperti hasil-hasil penelitian maupun nota kebijakan.
Melalui akun twitternya @BankDunia yang diunggah beberapa saat lalu, Bank Dunia Indonesia mengemukakan, INDO-DAPOER adalah database pertama di tingkat sub-nasional dari Bank Dunia yang berisi data di tingkat provinsi dan kabupaten yang dapat diakses dari manapun.
“Database ini menyediakan akses ke sekitar 200 indikator dari hampir 500 kabupaten di 34 provinsi di Indonesia sejak tahun 1990-an, bahkan 1980-an untuk beberapa jenis data,” tulis Bank Dunia, seperti dilansir laman Setkab.go.id.
Indikator yang tersedia dikelompokkan menjadi empat kategori: fiskal, ekonomi, sosial demografi, dan infrastruktur. Indikator-indikator tersebut bervariasi mulai dari pendapatan dan belanja pemerintah daerah, PDB regional, hingga ke indikator spesifik di bidang pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur seperti angka partisipasi sekolah di tingkat SMP, tingkat imunisasi, serta akses rumahtangga terhadap sanitasi.
“Permintaan data di tingkat daerah yang semakin tinggi menjadi dorongan utama dibuatnya INDO-DAPOER,” tulis Bank Dunia melalui akun twitternya.
Sejak Indonesia melaksanakan sistem desentralisasi pada tahun 2001, terdapat banyak penelitian dan studi terfokus pada isu ini yang bertujuan untuk memantau perkembangan desentralisasi serta mendapatkan pemahaman lebih dalam terhadap isu-isu pembangunan daerah secara umum. Hal ini membuat kebutuhan akan data yang memiliki kredibilitas, konsistensi, dan lengkap, di tingkat daerah semakin mendesak.
Berita Terkait
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam