Suara.com - Inflasi pada Februari 2014 sebesar 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,28. Dari 82 kota IHK, tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 2,73 persen dengan IHK 114,83 dan terendah terjadi di Bandar Lampung dan Probolinggo masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 110,10 dan 112,25. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga 2,43 persen dengan IHK 111,00 dan deflasi terendah terjadi di Tanjung dan Balikpapan masing-masing 0,18 persen dengan IHK 109,80 dan 111,96.
Dikutip dari laman bps.go.id, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas ,dan bahan bakar 0,17 persen; kelompok sandang 0,57 persen; kelompok kesehatan 0,28 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,17 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen.
?
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2014 sebesar 1,33 persen dan tingkat inflasi
tahun ke tahun (Februari2014 terhadap Februari2013) sebesar 7,75 persen.
?
Komponen inti pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2014 sebesar 0,92 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari2014 terhadap Februari 2013) sebesar 4,57 persen.
Berita Terkait
-
BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah
-
Di Bawah Danantara, PNM Buka Pekerjaan Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera
-
Heboh Sensus Ekonomi 2026: Ditanya soal Gaji, Warga Parno Naik Pajak?
-
Potensi Luas Panen Padi Juni-Agustus 2026 Naik Jadi 2,88 Juta Hektare
-
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Picu Inflasi di Sulawesi Tenggara
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT