Suara.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai penundaan pengumuman Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat pasar resah.
"Pengusaha ini butuh kepastian, butuh regulasi. Tapi kementerian belum punya nakhoda, belum tahu siapa bosnya," kata Ketua Komite Tetap Bidang Infrastruktur Kadin Vera Febyanthy saat ditemui usai "focus group discussion" di Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Menurut Vera, jika pengumuman terus ditunda bukan tidak mungkin akan menurunkan kepercayaan investor atau pun pengusaha kepada pemerintah.
"Ketika dilantik 'kan investor sudah mendapatkan kepastian, jangan sampai kepercayaan pengusaha akan luntur karena masih 'wait and see', belum berani mengeluarkan kebijakan apapun," katanya.
Mantan Anggota Komisi XI DPR itu menjelaskan sistem kerja pengusaha berbeda dengan pemerintah, bisnis pengusaha bisa berhenti untuk sementara waktu.
"Seminggu itu terlalu lama bagi pengusaha, bisnis mereka 'kan harus jalan terus. Dua hari saja sudah membuat pengusaha dan investor resah," katanya.
Terkait calon Menteri Koordinator Perekonomian, Vera mendukung dari kalangan profesional yang betul-betul paham mengenai APBN, kebijakan fiskal dan moneter.
"Harus 'orang dalam' (orang yang paham di kementerian), kan sudah tahu sentimen pasar seperti apa," katanya.
Dalam hal ini, dia menyebut nama Mantan Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilai memahami permasalahan perekonomian di Indonesia.
Beberapa waktu lalu, Bambang juga telah dipanggil ke Istana Kepresidenan yang diduga "mengikuti tes wawancara" kelayakan menjadi Menko Perekonomian.
Namun, Bambang mengaku hanya diajak bicara mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini.
Hingga Kamis malam, susunan Kabinet Jokowi-JK juga urung diumumkan. Pembatalan pengumuman diduga karena Presiden Jokowi masih mempertimbangkan nama-nama calon menteri yang sebagian masuk ke dalam catatan merah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Antara)
Berita Terkait
-
Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo
-
Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen
-
Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis