Suara.com - Indonesian Health Economics Association Congress (InaHEA) ke-2 kalinya resmi dibuka hari ini. Salah satu yang dibahas dalam kongres internasional ini adalah pendanaan Jaminan Kesehatan Nasional.
Ketua InaHEA, Prof Hasbullah Thabrany mengungkapkan bahwa budget yang disiapkan pemerintah untuk program JKN terbilang sangat kurang. Nilainya pun dianggap tidak sebanding dengan budget pembiayaan kesehatan di beberapa negara lain.
"Agar terjadi peningkatan pelayanan kesehatan saya dukung adanya kenaikan iuran. Untuk kelas 3 mandiri dan PBI disamakan saja jadi Rp40.000, kalau kelas 2. Rp 60.000, dan kelas 1 sebaiknya Rp 75.000.
Semoga nantinya ngga ada lagi kasus pasien dibatasi atau ditolak karena alasan apapun," katanya saat pembukaan InaHEA di Jakarta, Rabu (8/4/2015).
Selain mendukung kenaikan nominal iuran, Prof Thabrany juga mengusulkan sumber dana pembiayaan kesehatan masyarakat berasal dari cukai rokok. Pemerintah diharapkan bisa menaikkan cukai rokok hingga 57 persen sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Kalau iuran PBI dinaikkan menjadi Rp 40.000 kira-kira butuh sekitar Rp 60 triliun. Sementara pendapatan pemerintah dari cukai rokok saja sampai tahun kemarin mencapai139 triliun. Jadi harusnya bisa dipakai
karena itu nggak sampai setengahnya," imbuhnya.
Jika nantinya cukai rokok benar-benar dinaikkan dan pemasukannya dialokasikan untuk pembiayaan kesehatan, Guru besar FKM UI ini berharap jumlah perokok bisa berkurang.
"Sekarang harga rokok masih murah, sehari misalnya 12 ribu kalau sebulan bisa 360ribu. Makanya perlu dinaikkan agar sulit dibeli dan mengurangi kebiasaan merokoknya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak