Suara.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengklaim, bahwa saat ini sektor pariwisata di Indonesia sudah berada diatas beberapa negara di Asia. Pasalnya, promosi wisata Indonesia ke seluruh dunia sudah membuahkan hasil. Selain wisatawan mancanegara yang meningkat, tetapi branding Indonesia sudah mampu mengalahkan Thailand dan Malaysia.
"Ternyata, branding kita ini ternyata sangat kuat. Kita kan pakai konsep Wonderful Indonesia, ini bisa mengalahkan Visit Malaysia dan Amazing Thailand. Terus ranking branding kita sudah lebih tinggi indikatornya dari World Economic Forum, sebagau bukti kita mengalahkan Malaysia dan Thailand. Itu bukti kita sudag sangat bagsu," kata Arie saat menggelar acara Rakornas Kementerian Pariwisata di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015).
Menurutnya, dengan melihat kondisi tersebut, hal ini bisa menjadi modal utama bagi Indonesia untuk meningkatkan industri pariwisata di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Pasalnya, pariwisata ini telah menjadi penyumbang devisa yang besar.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia pada 2019 mencapai 20 juta orang. Untuk mewujudkan hal tersebut, Arief berjanji akan terus mengembangkan destinasi wisata di Indonesia. "Ada 10 rencananya pengembangan destinasi wisata. Jadi enggak selalu Bali. Bali sudah penuh. Teruds kami juga akan undang penulis nasional dan internasional untuk menulis berbagai cerita tentang kawasan wisata, misalnya tentang mitos atau legenda dari suatu wilayah," tegasnya.
Dengan cara tersebut, Arief meyakini jika dalam empat hingga lima tahun kedepan sektor pariwisata dapat mengalajkan sektor migas dan CPO sebagai penyumbang devisa terbanyak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan
-
Telah Kucurkan Rp 530 Triliun, Ini Strategi BTN Genjot Penyaluran KPR
-
Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi