Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis jumlah perusahaan tercatat atau emiten baru di pasar modal domestik pada 2016 mendatang akan lebih baik. BEI mengakui penambahan emiten baru pada tahun ini cenderung minim.
"Sebagian besar perusahaan sekuritas yang memiliki bisnis penjaminan emisi (underwriter) optimis. BEI juga akan lebih banyak berkoordinasi," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Ia menambahkan bahwa BEI juga telah menyiapkan divisi khusus yang menangani perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) agar prosesnya lebih cepat.
Pada tahun 2016, BEI menargetkan total emiten baru mencapai lebih dari 35 emiten. Tahun 2015 ini, BEI menargetkan jumlah emiten baru sebanyak 22 emiten. Sepanjang tahun 2015 ini, baru sebanyak 18 perusahaan yang telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI.
Pada Desember 2015 ini, setidaknya ada sekitar tiga perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI, yakni pengelola taman rekreasi Jungleland PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP), PT Bank Artos, dan perusahaan media massa radio PT Mahaka Media Integra.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kresna Graha Securindo Michael Steven mengatakan bahwa sebagai penjamin emisi pihaknya sedang memproses sekitar tiga hingga lima perusahaan untuk melakukan IPO pada tahun 2016.
"Dalam 'pipeline' kita ada sekitar tiga hingga lima perusahaan, kita masih lihat kondisi pasar nanti pada tahun depan," katanya.
Ia mengharapkan kondisi pasar modal Indonesia pada tahun 2016 lebih baik dibandingkan tahun 2015 ini yang cenderung bergejolak. (Antara)
Berita Terkait
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang