Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang tahun 2016 ini mengalami penguatan sebesar 4,48 persen atau tertinggi di seluruh dunia dibandingkan beberapa indeks saham unggulan dunia.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio dalam siaran pers di Jakarta, Senin (8/2/2016), mengatakan performa positif IHSG seiring dengan adanya akumulasi beli yang dilakukan oleh pemodal terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap koefisien IHSG.
"Saat ini, ada sekitar 20 perusahaan besar yang tercatat di BEI yang menguasai 60 persen kapitalisasi pasar IHSG," paparnya.
Kenaikan IHSG, lanjut dia, turut membuat kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp5.094,26 triliun atau meningkat 4,54 persen jika dibandingkan di akhir 2015 yang tercatat hanya sebesar Rp4.872,70 triliun.
Nilai kapitalisasi pasar modal merupakan harga keseluruhan dari sebuah saham perusahaan yang tercatat di BEI.
Sementara itu, tercatat dari beberapa bursa saham dunia hanya bursa Thailand (Indeks SET) yang juga mampu mencatatkan kinerja positif di sepanjang tahun ini, yakni sebesar 1,31 persen.
Beberapa bursa saham lainnya yang mencatatkan kinerja negatif diantaranya Bursa Malaysia, Indeks KOSPI Korea Selatan, Indeks PSE Filipina, Indeks FTSE 100 Inggris Raya, indeks S&P Sensex India, Indeks Dow Jones Industrial Average Amerika Serikat, Indeks Straight Times Singapura, Indeks Nikkei 225 Japan, Indeks Hang Seng Hongkong, dan Shanghai China.
Ke depannya, lanjut Tito Sulistio, pihaknya akan terus melakukan serangkaian inisiatif agar lebih menarik minat pemodal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Ia mengemukakan bahwa inisiatif yang akan dilakukan oleh BEI difokuskan pada empat area utama pengembangan BEI, yakni menambah jumlah emiten, memperkuat peran Anggota Bursa (Strengthening the Brokers), meningkatkan jumlah investor, serta menyempurnakan reputasi BEI.
"Salah satu inisiatif yang direalisasikan oleh BEI pada pekan ini adalah dengan telah diaktifkannya kembali perdagangan Kontrak Berjangka dan Opsi LQ-45 Futures pada Senin (1/2/2016) lalu," paparnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang