Suara.com - Dana darurat biasanya digunakan untuk berbagai hal buruk yang mungkin bisa saja terjadi di waktu-waktu yang tidak terduga. Masa depan tidak bisa ditebak dari saat ini, sehingga untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, alangkah baiknya harus dipersiapkan dari sedini mungkin, terutama yang berhubungan dengan sisi finansial.
Dana darurat menjadi solusi untuk masalah finansial yang tidak bisa diprediksi ini. Dana darurat adalah simpanan uang yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan di masa datang di luar perkiraan kita.
Agar menjadi lebih aman dalam menyimpan dana darurat, perlu cara khusus yang harus dilakukan agar dana darurat bisa digunakan sebagaimana mestinya. Dana darurat sesuai dengan namanya hanya digunakan pada saat yang bersifat penting di masa depan di luar ekspektasi. Jika tidak ada kejadian yang bersifat seperti itu, maka dana darurat tidak perlu ditarik untuk dikeluarkan.
Jika kemungkinan buruk memang benar benar terjadi, maka dana darurat bisa dimanfaatkan untuk membayar tunggakan atau hutang, menyambung hidup, bahkan bisa pula digunakan untuk modal usaha. Ketersediaan dana darurat dapat diambil dari alokasi tertentu jumlah penghasilan dalam beberapa bentuk simpanan:
1.Tabungan
Penggunaan tabungan untuk dialokasikan sebagai dana darurat sah-sah saja. Kelebihan dana darurat menggunakan bentuk tabungan adalah bisa ditarik sewaktu-waktu saat memang membutuhkan. Seperti biasanya, tabungan dana darurat hendaknya dipisahkan dari tabungan lainnya, dan hendaknya tidak boleh diambil jika tidak dalam kondisi yang penting dan gawat. Saat menggunakan bentuk tabungan biasa, pemiliknya harus benar-benar memiliki komitmen untuk menjaga tabungan darurat miliknya tepat digunakan nanti.
2. Deposito
Berbeda dengan tabungan, bentuk deposito memiliki jangka waktu tertentu yang sudah disepakati untuk diinvestasikan di bank. Penyimpanan dana darurat menggunakan deposito lebih aman dan terjamin dari resiko pengambilan yang kurang bertanggung jawab dan tidak sesuai yang diperuntukkan semestinya, terutama bagi mereka yang kurang bisa mengelola keuangan dengan baik. Setelah waktu jatuh tempo tiba, maka uang bisa ditarik kembali atau bisa dimasukkan dalam deposito kembali dengan jangka waktu tertentu. Kelemahannya, deposito jika dicairkan sewaktu-waktu akan dikenakan biaya penalti bank.
3. Reksa dana pasar uang
Reksa dana merupakan salah satu bentuk investasi yang berusia lebih muda dari investasi pada umumnya. Bentuk investasi reksadana akan dikelola oleh manajer investasi dengan kurun waktu tertentu. Penggunaan investasi reksadana dapat digunakan untuk menyimpan dana darurat. Salah satu bentuknya berupa reksadana pasar uang yang cenderung aman, efektif serta menguntungkan dalam jangka waktu tertentu.
4. Logam mulia
Logam mulai berupa emas merupakan salah satu bentuk investasi konvesional yang dilakukan orang sejak lama. Penggunaan emas sebagai bentuk investasi ini bisa dalam bentuk perhiasan atau batangan. Logam mulia ini bisa digunakan untuk menyimpan dana darurat karena otomatis terpisah dari uang belanja harian. Jika berada dalam kondisi darurat, logam emas bisa langsung dicairkan dengan dijual kembali.
Pilih simpanan dana darurat sesuai keinginan dan kemampuan
Banyak bentuk simpanan dana darurat yang bisa dipilih, mulai dari tabungan biasa, deposito, reksadana, dan logam mulia emas. Semua pilhan dana darurat tersebut bisa dipilih untuk dijalankan. Hal yang buruk adalah ketika seseorang tidak menyiapkan dana darurat untuk dirinya sendiri. Apapun bentuk simpanan dana darurat tersebut, semua pilihan kembali kepada diri pribadi masing-masing. Ambil cara yang termudah dan bisa dijalankan dengan konsisten agar dana tersebut bisa selalu bertambah. Bentuk simpanan darurat hendaknya memang harus terpisah dari dana-dana lainnya agar tidak tercampur penggunaanya.
Tidak ada seorang pun yang menginginkan dirinya berada pada situasi sulit. Tapi kondisi seperti ini bisa terjadi sewaktu-waktu. Jadi sebelum peristiwa buruk itu datang, maka sebagai manusia harus sedia payung sebelum hujan, bersiap-siap untuk bisa mengantisipasi keadaan. Jangan sampai tergoda dengan dana darurat untuk keperluan lainnya. Jika memang waktu berkata belum saatnya, maka dana ini bisa sebagai investasi masa depan bahkan ketika nanti tua dan memasuki masa pensiun. Saat masa pensiun inilah kira-kira menjadi waktu yang tepat untuk mulai menggunakan dana darurat yang sudah dipersiapkan saat usia muda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar