Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan bahwa terdapat beberapa hal yang memperlihatkan kondisi pasar properti saat ini.
Berdasarkan riset sebenarnya tren siklus besar pasar properti sudah mulai bergerak naik, menyusul sudah terlalu rendahnya siklus pasar sejak tahun 2014. Tiga wilayah yang menunjukkan pertumbuhan unit terjual pada Q3-2016 yaitu Bogor (45,3 persen), Depok (26,1 persen), Serang (25,8 persen), Tangerang (24,1 persen), Cilegon (6,7 persen).
"Sedangkan beberapa wilayah seperti Bekasi dan Jakarta mengalami penurunan unit terjual. Meskipun demikian di Q2-2016 wilayah Bekasi mencapai pertumbuhan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya," kata Ali dalam keterangan resmi, Rabu (16/11/2016).
Disisi lain, segmentasi pasar bergerak ke segmen menengah dengan dominasi 41 persen penjualan terjadi di segmen ini, dibandingkan dengan supply pasar yang masih didominasi oleh segmen menengah atas, menyusul masih banyaknya pengembang yang berpikir untuk menyasar segmen menengah atas.
"Pasar supply masih tertekan dengan makin banyaknya para pengembang yang memberikan diskon atau promo untuk dapat menarik pasar demand (buyer market)," ujar Ali.
Para investor masih berdiam dan menunda pembeliannya. Merujuk pada aksi demo damai yang terjadi 4 November 2016, pada hari yang sama terjadi penarikan dana luar negeri di pasar modal sebesar Rp 900 miliaran. "Isu keamanan menjadi isu strategis bagi para investor. Bahkan memanasnya Pilkada membuat pasar permintaan semakin menunda realisasi pembelian propertinya," tambah Ali.
Dampak tax amnesty yang sekiranya diperkirakan menyasar segmen menengah atas masih tertahan dalam jangka waktu dekat. Bila isu keamanan tidak terjawab, maka hasil dari deklarasi tax amnesty yang telah berhasil di Indonesia malah tidak jadi masuk ke Indonesia.
Penjualan sebagian besar didominasi oleh penjualan cash keras atau cash bertahap sehingga pertumbuhan penjualan yang terjadi tidak sejalan dengan pertumbuhan kredit KPR. Pasar KPR saat ini diperkirakan naik 13 persen-15 persen dan untuk FLPP bisa mencapai 30 persen. Namun demikian perlu diingat bahwa pertumbuhan bukan berasal dari penjualan di tahun ini melainkan di tahun 2015 yang direalisasikan tahun ini.
Beberapa hal ini menggambarkan bahwa siklus besar pasar properti yang sudah mulai naik, terhambat oleh beberapa faktor yang merupakan pergerakan pasar permintaan yang dinamis. Riak-riak siklus kecil yang turun naik dalam koridor tren siklus besar properti yang bergerak naik memberikan waktu yang lebih lama bagi siklus besar pasar properti untuk tumbuh sesuai iramanya. Karenanya secara siklus besar pasar properti telah menunjukkan tren keatas, namun faktor eksternal dari siklus itu sendiri yang memberikan tekanan dan hambatan yang merugikan siklus besar properti secara keseluruhan karena terus tertahan untuk dapat naik.
Baca Juga: IPW Sinyalir Pasar Perumahan Mulai Tumbuh Positif
Selain itu beberapa stimulus yang diberikan pemerintah sangat luar biasa dan masih harus menunggu waktu implementasi peraturan dan kebijakan yang mendukungnya agar dapat segera direalisasikan. Karenanya Indonesia Property Watch terus mendesak pemerintah untuk mempercepat beberapa realisasi beberapa kebijakan terkait.
"Kondisi ini harus dihadapi para pelaku bisnis properti secara keseluruhan. Dengan pertumbuhan harga proerti yang saat ini sangat tipis bukan berarti pasar properti tidak naik, karena tidak serta merta kondisi properti akan sama terus seperti yang terjadi di periode 2009-2012. Namun pada waktunya pasar properti akan segera naik dengan segala potensi yang ada saat ini dengan kemungkinan tahapan takeoff properti yang semakin lama sebelum benar-benar tumbuh karena faktor eksternal di luar siklus itu sendiri," tutup Ali.
Berita Terkait
-
Ini Penataan Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Pemukiman Kemang
-
Harga Properti Residensial di Pasar Primer Melambat
-
Ini Developer yang Dinilai Bagus dalam Konstruksi dan Jalan Hijau
-
Alex Noerdin Minta Pembangunan Apartemen Jakabaring Dimaksimalkan
-
Apartemen VERDURA Resmi Dibangun di Dataran Tinggi Sentul
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
BTN Ubah Strategi, Tak Lagi Sekadar Bank KPR tapi Jadi Penyedia Solusi Finansial
-
6.859 Masjid di Pantura Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik Lebaran 2026
-
Rincian Sanksi Berat NH Korindo Terkait Pelanggaran IPO POSA
-
Denda dan Larangan Seumur Hidup: Sanksi OJK untuk Saham POSA dan Benny Tjokrosaputro
-
Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19
-
Purbaya Pamer Efek Suntikan Dana Rp 200 T ke Prabowo, Klaim Ekonomi Tumbuh
-
Harga Emas Antam Sepekan: Terakumulasi Anjlok Hampir Rp100 Ribu
-
Purbaya Janjikan Bonus ke Pegawai Kemenkeu Jika Tax Ratio Capai 11%, Minta Langsung ke Prabowo
-
Sempat Diancam Bubar, Purbaya Curhat Prabowo Mulai Puas dengan Kinerja Bea Cukai
-
Purbaya Lapor Prabowo Buktikan Investor Asing Masih Percaya RI