Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM mengharapkan PLUT KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah) bisa menjadi rumah besar bagi para pelaku KUMKM dalam mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah.
"Untuk mewujudkannya, kita tak bisa hanya duduk berpangku tangan, tapi kita harus bekerja keras dan bekerja cerdas," kata Sesmenkop dan UKM, Meliadi Sembiring pada acara Forum Koordinasi dan Evaluasi Program PLUT-KUMKM di Jakarta, Senin (18/3/2019).
Meliadi menegaskan, kerja keras itu diperlukan. Hal ini mengingat tantangan yang dihadapi PLUT KUMKM beserta para konsultan pendamping juga akan sangat besar, terutama struktur pelaku usaha di Indonesia yang dicirikan oleh dua persoalan besar.
Kedua persoalan itu adalah, pertama, masih terjadi kesenjangan yang amat lebar pelaku usaha berskala besar, menengah kecil dan mikro. Usaha besar dengan omset rata rata Rp 705,6 miliar per tahun, jumlahnya hanya mencapai 0,01 persen. Usaha menengah dengan omset rata-rata Rp 23,7 miliar per tahun dengan pelaku usaha setara 0,09 persen.
Berikutnya usaha kecil dengan omset rata rata Rp 1,34 miliar per tahun yang jumlah pelaku usaha 1,1 persen. Dan terakhir usaha mikro dengan omset hanya Rp 68 juta per tahun yang mendominasi komposisi pelaku usaha nasional sebanyak 98,8 persen.
Kedua, persoalan lemahnya keterkaitan usaha di antara pelaku usaha dimana kemitraan usaha yang sehat sebagaimana pesan UU No 20 tahun 2008 tentang UMKM, belum berkembang.
"Persoalan kesenjangan struktur ekonomi inilah yang menjadi salah satu dasar dalam menyusun pemberdayaan UMKM dengan mendorong dan menfasilitasi bagaimana agar usaha mikro khususnya dapat cepat berkembang dan naik kelas," kata Meliadi.
Meliadi menilai, dalam perjalanannya PLUT KUMKM masih memghadapi berbagai kendala khususnya untuk mampu bekerja secara profesional dan berkesinambungan dalam upaya mempercepat terwujudnya UKM naik kelas.
"Karena itu, kebijakan dan program pengembangan PLUT KUMKM ke depan masih perlu ditinjau untuk direvitalisasi, baik dalam rangka memperkuat kebijakan aspek legalnya, pengembangan program layanannya maupun peningkatan profesionalisme kompetensinya," katanya.
Baca Juga: Kemenkop dan UKM Dorong Ekonomi Kreatif Generasi Milenial
Pengalaman PUM Belanda
Sementara Eviyanti Nasution, Asdep Pendampingan Usaha Deputi Restrukturisasi Usaha, mengatakan, dalam rentang 2013-2018 sudah berdiri 61 PLUT KUMKM di 26 provinsi dan 35 kabupaten/kota, dan didukung oleh 330 tenaga konsultan. Pada 2019, jumlah konsultan akan ditambah 20 sehingga total menjadi 350 orang konsultan.
"Forum koordinasi dan evaluasi PLUT KUMKM ini bertujuan untuk merumuskan program kerja 2019 sekaligus menggalang komitmen menciptakan PLUT mandiri dan profesional," kata Eviyanti.
Eviyanti menambahkan dalam forum kali ini, pihaknya juga menghadirkan Arend Knol, tenaga ahli dari PUM Belanda -sebuah LSM yang concern pada pengembangan UMKM-, untuk berbagi pengalaman.
"Mr Arend sudah mengunjungi sejumlah PLUT KUMKM diantarnya di Batu, Malang dan Tasikmalaya dan rencananya juga akan ke PLUT Banten. Dari kunjungannya itu, Mr Arend bisa menangkap apa yang menjadi persoalan PLUT di daerah terkait pengembangan UMKM," tambah Eviyanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi