Suara.com - Bank Indonesia atau BI merasa yakin aliran dana asing bakal melaju kencang masuk ke Indonesia pada tahun 2019. Terutama usai pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres). Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityasawara menyebut terdapat dua faktor yang membuat dana asing dengan kencang masuk ke dalam negeri.
Pertama, kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed yang melunak atau dovish dan Kedua perang dagang AS-China yang bakal terselesaikan.
"Mudah-mudahan setelah Pemilu juga ketidakpastian terkait politik sudah hilang. Jadi ya dana-dana bisa masuk ke Indonesia lebih baik lagi, dan itu kita terus pantau," ujarnya saat ditemui di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).
Sementara dari faktor domestik, lanjut Mirza, faktor berkurangnya ketegangan politik jadi ppemicu investor makin percaya tanamkan duitnya di dalam negeri.
"Waktu 2014 pada waktu itu selesai Pemilu situasi global saat itu cukup baik, kita terima inflow 26 miliar dolar AS. Mudah-mudahan setelah Pemilu nanti inflow yang masuk ke Indonesia jauh lebih bagus dari tahun lalu," tutur dia
Dalam hal ini, Mirza menyebut aliran dana asing mulai membaik hingga Maret ini. Berdasarkan data BI, pertengahan Maret 2019, dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 90 triliun. Angka itu lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kuartal I tahun ini mulai masuk sambung kuartal IV, kuartal II juga masuk dan mudah-mudahan setelah Pemilu masuk lebih besar lagi," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Antisipasi Keributan Pemilu, DPR Minta DPT Transparan
-
DPR dan Presiden Sepakat Tolak Gugatan Kotak Kosong
-
Fahri Hamzah: Polisi Berbohong Kasusnya Bebas, Ratna Berbohong Ditahan!
-
3,6 Juta Kertas Suara Pemilu 2019 Mulai Didistribusikan di Kota Bogor
-
Menlu Disebut Kampanyekan Jokowi, Kemenlu Tak Akan Laporkan Rizieq Shihab
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Industri Kripto Tumbuh, Ini Daftar Anggota Bursa Kripto CFX per Februari 2026
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan