Suara.com - Saat ini, pilihan untuk bekerja ke luar negeri masih menjadi alternatif bagi setiap warga negara Indonesia. Jumlah angkatan kerja yang besar, tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri, mengakibatkan sebagian masyarakat mencari peruntungan dengan bekerja ke luar negeri untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk tujuan tersebut, pemerintah wajib menjamin dan melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak sebelum berangkat, selama di negara penempatan, hingga pulang kembali ke Tanah Air.
Sebagai bentuk perlindungan setelah bekerja dari luar negeri, pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), secara bertahap melalui program “Pemberdayaan Terintegrasi" telah memberikan pelatihan kewirausahaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna dan keluarganya.
Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A. Gatot Hermawan menjelaskan, dalam upaya meningkatkan kesejahteran PMI Purna dan keluarganya, diberikan pembekalan kewirausahaan dengan pemberdayaan terintegrasi.
"Program ini bertujuan untuk dapat memanfaatkan penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, agar dapat dimanfaatkan untuk usaha produktif bukan untuk keperluan yang sifatnya konsumtif," jelasnya, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Ia menambahkan, program pemberdayaan terintegrasi diperuntukan bagi PMI Purna dan keluarganya, serta memberikan peluang agar lebih produktif dalam memanfaatkan uang penghasilan dan kemampuan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya, dan PMI yang bersangkutan tidak kembali bekerja di luar negeri.
Menurut Gatot, program Pemberdayaan Terintegrasi yang dilakukan BNP2TKI melalui BP3TKI/LP3TKI seluruh Indonesia menitikberatkan pada empat bidang program, yaitu etahanan pangan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan jasa. Pada kegiatan ini, peserta akan diberikan edukasi keuangan dan edukasi kewirausahaan, termasuk di dalamnya praktik dalam mengolah bahan.
Cetak 9.894 Wirausaha
Sejak 2015 - 2018, BNP2TKI telah melakukan pemberdayaan bagi PMI Purna dan keluarganya sebanyak 25.198 orang di seluruh Indonesia. Pelatihan yang diberikan antara lain, aneka pangan, minuman herbal, kuliner, toko kelontong, ternak ayam, ternak sapi, ternak kambing, ternak lele, ternak ikan mas, kerajinan bambu, rotan dan sebagainya.
Hingga 2019, BNP2TKI telah mencetak 9.894 orang wirausaha baru dari program pelatihan tersebut. Hal itu menjadi pencapaian BNP2TKI dalam target RPJMN.
Baca Juga: Selama 5 Tahun, Ini Prestasi Nusron Wahid sebagai Kepala BNP2TKI
Seperti Nurchaeti, PMI Purna dari Singapura yang kini sudah menjadi pengusaha sukses. Usaha yang dirintisnya, yaitu keripik buah, kini telah menembus pasar lokal, baik supermarket maupun hypermart.
Bahkan kripik buah Nurchaeti telah diekspor ke berbagai negara, seperti Singapura, Brunei Darussalam, Abudhabi, Qatar, Belgia, Jerman, Paris dan Belanda.
Titi, panggilan akrabnya, sangat berterimakasih kepada BNP2TKI yang telah memberikan fasilitasi berupa jaringan, pelatihan dan edukasi, sehingga usahanya bisa maju dan berkembang.
"Bagi PMI purna yang sudah membentuk usaha akan difasilititasi, seperti berkoordinasi antar instansi terkait dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk membentuk Koperasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Dinas Kesehatanan dan MUI dalam mengajukan permohonan perijinan usaha (izin usaha), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikat Halal agar produk tersebut secara legal dan memenuhi persyaratan layak sebagai makanan yang dapat dikonsumsi masyarakat," jelasnya
Dengan begitu, lanjut Titi, produk yang dihasilkan mempunyai nilai jual dan mudah dipasarkan ke toko seperti supermarket, Indomart, Alfamart, Alfamidi dan toko-toko lainnya.
Berita Terkait
-
BNP2TKI dan Menaker Hadiri Forum Ketenagakerjaan di Jepang
-
Pemerintah Fokus Penempatan Pekerja Indonesia Profesional di Luar Negeri
-
BNP2TKI : Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja Asing
-
BNP2TKI : Indonesia Hebatkarena Bertahan dengan Kenaikan Ekonomi 5 Persen
-
BNP2TKI Luncurkan Aplikasi Kepulangan Online Pekerja Migran Bermasalah
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan
-
Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat
-
Memahami Institusi Pendidikan di Era Digital, Jangan Hanya Percaya Hasil Pencarian
-
Bangun Soliditas Pranata Humas, Kemendagri Perkuat Konsolidasi dan Kompetensi
-
Perkuat Akurasi Penyaluran Bansos, Mendagri Dorong Percepatan Integrasi e-Government
-
Permudah Layanan Administrasi, IKD Dukcapil Raih Top Public Service Application for Ministry
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
-
Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK, MBG Tetap Jalan Sesuai Rencana
-
Pergantian Jitu John Herdman, Bawa Timnas Indonesia Tembus Tembok Timor Leste
-
The Great Escape, Buku Bergambar tentang Keajaiban dan Kekacauan Saudara