Suara.com - Seperti industri bisnis lainnya, sektor perusahaan rintisan atau lebih dikenal sebagai startup turut terkena dampak signifikan dari guncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19, meskipun tidak dengan cara yang dapat diantisipasi.
Pandemi Covid-19 mengguncang seluruh industri bisnis, termasuk startup. Beberapa industri startup telah tumbuh dan bahkan berakselerasi dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelum pandemi, sementara yang lain saat ini sedang mengalami perubahan struktural agar tetap mampu beradaptasi dengan situasi yang dinamis.
Namun, terlepas dari kendala tersebut, sektor startup masih dianggap sebagai kekuatan penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja juga sering menjadi katalisator inovasi radikal, sehingga tetap menarik di kalangan pencari kerja, terutama generasi milenial dan gen-z.
Dikutip dari beberapa sumber, berikut berbagai faktor yang mendorong para milenial dan gen-Z tertarik bekerja di startup;
1. Keterlibatan Karyawan
Di antara startup teratas yang masuk dalam daftar, kita dapat melihat satu kesamaan terlepas dari jumlah karyawan yang mereka miliki, yaitu: mereka bekerja ekstra untuk terlibat dengan karyawan mereka dengan tindakan yang bermakna dan berhubungan.
2. Semangat Muda
Milenial dan gen-z cenderung mencari tempat kerja yang memiliki lingkungan yang dinamis dan beragam, di mana mereka masih bisa berhubungan satu sama lain dan terus beroperasi di perusahaan yang sama.
“Budaya anak muda di sini bukan berarti menyediakan kantor keren dengan bean bag warna-warni dan meja biliar. Apalagi saat startup bergerak ke tahap akhir, milenial dan gen-Z mengharapkan budaya dan kepemimpinan perusahaan yang kuat dan relevan yang sesuai dengan mereka,” kata Agnes Diah Tjondro, praktisi HR.
Baca Juga: Perhatikan Generasi Sandwich, Begini Kelola Keuangan Biar Nggak Jebol
Ia menambahkan, era baru budaya startup yang dituntut lebih banyak talenta masa kini yang didominasi oleh generasi millennial dan gen-z merupakan kombinasi dari fleksibilitas, keterbukaan komunikasi dan pembinaan yang inspiratif, serta lingkungan yang dinamis dan beragam.
Faktor fleksibilitas juga menjadi lebih penting sejak pandemi. Pekerjaan hybrid adalah hal baru yang dituntut oleh generasi ini, dan kita telah melihat munculnya perusahaan rintisan yang membuang jam kerja tradisional 9 hingga 5 untuk memberi jalan kepada jam kerja yang lebih fleksibel untuk beradaptasi dengan tren baru.
3. Pemberdayaan Untuk Menciptakan Dampak
Meskipun tersendat, sektor startup secara keseluruhan di Indonesia terus meningkat dengan semakin banyak startup yang menjadi perusahaan mapan dan mengomunikasikan ambisi mereka yang lebih besar. Rasa keinginan yang kuat akan sesuatu dengan mentalitas startup adalah salah satu kualitas terbaiknya.
Sikap seperti ini telah melibatkan banyak talenta untuk menjadi bagian dari perjalanan startup dalam membentuk masa depan yang lebih baik untuk semua. Selain itu, ini membantu karyawan tetap tertantang dan termotivasi, membuat mereka aktif dalam peran mereka saat ini.
“Perasaan terbaik yang dapat dirasakan oleh seorang talenta adalah dapat benar-benar menikmati sebuah pekerjaan karena percaya dengan misi perusahaan dan dapat menyaksikan dampak nyata yang dibawanya bagi kemajuan masyarakat,” tutup Agnes.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
Terkini
-
Usai Temui Dasco, KSPSI dan KSBSI Ikrar Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo
-
Pemda Diminta Bangun Posko Pengaduan THR dan BHR
-
Pemerintah Rogoh Rp911,16 Miliar untuk Diskon Transportasi Lebaran 2026
-
Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika
-
OJK Ungkap Banyak Masyarakat Masih Tertipu Pinjol Ilegal
-
Gawat! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp98,54 Triliun, Kredit Macet Mulai Menghantui
-
Diproyeksi Tumbuh 7%, Perusahaan Asuransi Mulai Siapkan Ribuan Agen Hadapi Aturan Baru
-
Timur Tengah Membara, Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Gak Bakal Naik
-
OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran
-
Cara Harita Nickel Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan