Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menyebut, hanya 13% tenaga teknis yang lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diadakan beberapa waktu lalu. Sehingga, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal ini.
Pasalnya, kata dia, kondisi ini menimbulkan dilema tersendiri bagi pihaknya, terutama mengingat para tenaga teknis ini telah mengabdi dalam waktu yang cukup lama namun belum juga diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Jumlah kelulusan hanya 13%, ini adalah situasi yang cukup rumit. Kita baru beberapa hari di jabatan ini, jadi sedang mencari skema untuk memastikan kelulusan, terutama bagi tenaga teknis," ujarnya dalam acara Peresmian 14 MPP yang dikutip dari siaran langsung YouTube Kementerian PANRB pada Kamis (13/7/2023).
Pihaknya sedang berusaha menemukan langkah-langkah penyelesaian melalui beberapa skema yang ada. Menurutnya, ada beberapa penyebab yang melatarbelakangi rendahnya angka kelulusan ini, meskipun ia tidak merinci semuanya.
"Mereka telah bekerja dalam waktu yang lama, bertahun-tahun. Ada dua kemungkinan penyebabnya, pertama karena tingkat kesulitan yang terlalu tinggi, atau yang kedua, hal lain yang tidak perlu saya sebutkan. Kurang lebih seperti itu," kata Anas.
Sebagai informasi tambahan, rendahnya tingkat kelulusan PPPK telah menjadi sorotan banyak pihak dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Jokowi sendiri bahkan dikabarkan secara langsung turun tangan memberikan arahan terkait evaluasi standar kelulusan (passing grade).
"Kami telah melaporkan kepada Bapak Presiden mengenai masalah ini karena banyak yang menghubungi kami terkait dengan tingkat kelulusan tes P3K yang ternyata banyak yang tidak lulus," kata Anas setelah bertemu dengan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, beberapa saat lalu.
Anas menjelaskan bahwa tingkat kelulusan P3K untuk dosen hanya 31%. Begitu juga dalam hal pranata komputer, hanya 3% dari lebih dari 10 ribu pendaftar yang diterima. Menurutnya, kondisi ini dapat disebabkan oleh tingkat kesulitan soal ujian atau karena sumber daya manusia (SDM) yang terbatas.
Baca Juga: Kapan Rekrutmen CPNS dan PPPK 2023, Lowongan Terbaru untuk ASN Paruh Waktu
Padahal, menurut Azwar, banyak tenaga non-ASN yang telah mengabdi selama 10-15 tahun dan ikut dalam seleksi P3K. Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar masalah passing grade ini dikaji ulang.
"Ada usulan kepada kami yang membutuhkan konfirmasi, kami sedang menyusun skenario dan kami akan melaporkannya kepada Bapak Presiden. Bapak Presiden telah memerintahkan kami untuk melakukan evaluasi terkait dengan berbagai kemungkinan, seperti sistem peringkat atau opsi lainnya," tambahnya.
Berita Terkait
-
Guru PPPK Formasi 2022 Minta Relokasi Begini Jawaban BKN
-
Melek Teknologi, PGPPPK Gelar Seminar Literasi Digital, Tujuanya Ini
-
Terungkap! Penyebab Layanan Publik Lambat, Gegara 27.000 Aplikasi Kementerian/Lembaga Tak Berguna
-
Guru PPPK SMA Sumringah Gajinya Naik sesuai KGB, Pemkab Bagaimana?
-
Kapan Rekrutmen CPNS dan PPPK 2023, Lowongan Terbaru untuk ASN Paruh Waktu
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Banyak Peretas, OJK Perketat Aturan Keamanan Digital di BPR
-
Instran Minta Pemerintah Tak Hanya Hitung Untung-Rugi dari Pengembangan Transportasi Umum
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR