Suara.com - Setelah tiga tahun mengakuisisi hak PT Bank KB Bukopin Tbk, sebagai pengendali utama sahamnya, yakni KB Kookmin Bank kini akhirnya memutuskan untuk mengubah nama bank itu. KB Bukopin kini resmi berganti nama menjadi KB Bank. Simak profil KB Bank, Pengganti KB Bukopin berikut ini.
Adapun alasan utama, KB Bukopin mengganti nama menjadi KB Bank adalah untuk memperbaiki citra buruknya di masa lalu. Selain itu, pergantian nama ini juga atas usulan dari nasabah. Mengingat banyak nasabah yang belum mengetahui bahwa KB Bukopin telah diakuisisi oleh investor asal Korea Selatan.
Profil KB Bank, Pengganti KB Bukopin
KB Bank atau PT Bank KB Bukopin Tbk ("KB Bank") pertama kali didirikan pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama awal Bank Umum Koperasi Indonesia bisnis (Bukopin). Bank ini mulai melakukan komersial sebagai bank koperasi umum yang ada di Indonesia sejak tanggal 16 Maret 1971 silam.
Adapun kegiatan usaha KB Bank pada awalnya melakukan kegiatan bank umum sebagaimana dimaksud yang dalam Undang-Undang Perbankan dengan tujuan untuk memperhatikan dan melayani kepentingan koperasi di Indonesia. Hal ini dijalankan sesuai dengan Undang-Undang Perkoperasian yang saat itu berlaku.
Perseroan juga mempunyai dua anak perusahaan, yakni PT Bank Syariah KB Bukopin dan PT KB Bukopin Finance, dengan hasil usahanya yang dikonsolidasikan dk Laporan Keuangan KB Bank. Kedua anak perusahaan ini bergerak di bidang yang berbeda.
PT KB Bukopin Finance (d/h PT Indo Trans Buana Multi Finance) pertama kali didirikan pada tanggal 11 Maret 1983. PT KB Bukopin Finance merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pembiayaan sewa guna usaha dan multifinance. Sementara itu, Bank Syariah KB Bukopin (d/h PT Bank Persyarikatan Indonesia), berdiri pada tanggal 11 September 1990 dan bergerak di bidang perbankan yang berbasis syariah.
KB Bank lantas melakukan penggabungan usahanya dengan beberapa bank umum koperasi di Indonesia. Perubahan nama atas Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) menjadi Bank Bukopin disetujui pada Rapat Anggota Bank Umum Koperasi Indonesia yang tertuang dalam surat No. 03/RA/XII/92 tanggaI 2 Desember 1992.
Seiring dengan perkembangannya, untuk semakin memudahkan nasabah, Perseroan juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah bank dan lembaga lainnya. Oleh karena itu, pemegang Kartu KB Bukopin bisa melakukan berbagai aktivitas perbankan di hampir semua ATM bank maupun di Indonesia, termasuk seluruh ATM fi jaringan ATM bersama dan prima.
Pada tahun 2021, Bank Bukopin resmi berganti nama menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk usai diakuisisi oleh KB Kookmin Bank. KB Kookmin Bank lantas menjadi Pemegang Saham Pengendali KB Bank dengan total sahamnya sebesar 67 persen. KB Kookmin Bank sendiri merupakan Bank terbesar yang berada di Korea Selatan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Sukses Jalankan Transformasi, KB Bukopin Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan bagi Nasabah
-
Bank KB Bukopin Targetkan Distribusi Fuel Card 3.0 Capai 14.000 Pengguna di 2024
-
Gelar RUPSLB, Berikut Susunan Direksi dan Komisaris KB Bukopin yang Terbaru
-
Fuel Card 3.0 Kolaborasi Bank KB Bukopin & Pemkot Batam Raih Penghargaan
-
Bank KB Bukopin Bangun Perpustakaan Multikultural di Bekasi sebagai Komitmen Kepeduliannya pada Pendidikan Indonesia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo