4.Manajer Dana Lindung Nilai
Manajemen dana lindung nilai mungkin merupakan jalur karier arus utama yang paling menguntungkan bagi mereka yang memiliki kecerdasan finansial dan toleransi risiko yang luar biasa. Struktur kompensasi di bidang ini menciptakan potensi kenaikan yang hampir tak terbatas bagi para pelaku terbaik.
Kompensasi dana lindung nilai biasanya mengikuti model "2 dan 20"—biaya manajemen 2% berdasarkan aset yang dikelola (AUM) dan biaya kinerja 20% atas laba di atas tolok ukur tertentu. Struktur ini berarti skala pendapatan meningkat secara dramatis dengan ukuran dan kinerja dana.
Menjadi manajer dana lindung nilai biasanya dimulai di bidang perbankan investasi, penelitian ekuitas, atau kuantitatif. Sebagian besar profesional dana lindung nilai yang sukses memiliki keterampilan analisis fundamental yang luar biasa, kemampuan kuantitatif yang luar biasa, atau wawasan unik tentang industri tertentu.
Keuntungan membangun kekayaan bagi manajer dana lindung nilai melampaui pendapatan tinggi mereka. Terlibat dalam strategi dan pasar investasi memberi mereka pengetahuan manajemen kekayaan yang unggul. Selain itu, sebagian besar dana lindung nilai memungkinkan manajer untuk berinvestasi bersama klien, sering kali dengan biaya yang dikurangi atau dibebaskan, sehingga menciptakan jalan lain untuk membangun kekayaan.
5. Pengacara
Hukum tetap menjadi salah satu jalur paling andal menuju status jutawan, khususnya bagi mereka yang mencapai status mitra di firma bergengsi. Meskipun perjalanan ini membutuhkan kesabaran dan kinerja yang luar biasa, imbalan finansial jangka panjangnya sangat besar.
Jalur ini biasanya dimulai dengan kredensial akademis yang kuat dan mendapatkan posisi di firma yang bereputasi baik. Rekan tahun pertama di firma-firma papan atas kini memperoleh gaji pokok sekitar 215.000 ribu dolar AS, dengan bonus tambahan 20.000-50.000 ribu dolar AS.
Berita Terkait
-
Jalan Kembali Terbuka, Bumi Sumatera Perlahan Menemukan Irama
-
Kementerian PU Terus Tangani Layanan Air Bersih bagi Masyarakat Aceh Tamiang Pascabencana
-
Logistik Aceh Kembali Bernapas: Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Resmi Difungsikan
-
Empat Pekan Pascabencana Sumatra, Apa Saja yang Sudah Pemerintah Lakukan?
-
SPPG Turut Berkontribusi pada Perputaran Ekonomi Lokal
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai