-
IHSG mencatat koreksi signifikan sebesar 1,06%, yang disertai dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang besar mencapai Rp879 Miliar.
-
Potensi rebound terbatas diperkirakan terjadi hari ini, namun di tengah sentimen negatif global karena Wall Street melemah tiga hari beruntun, dipicu oleh tekanan saham teknologi dan kekhawatiran tertundanya pemangkasan suku bunga The Fed.
-
Pelemahan Wall Street juga didukung oleh data tenaga kerja AS yang solid, yang menyebabkan kenaikan yield obligasi dan membuat investor menanti rilis data inflasi PCE.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi signifikan pada perdagangan kemarin, ditutup turun sebesar 1,06%.
Pelemahan ini disertai oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing (net sell) yang mencapai sekitar Rp879 Miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing termasuk ANTM, BBCA, BRPT, AMMN, dan BBRI.
Melihat kondisi ini, analis memperkirakan bahwa IHSG berpotensi mengalami rebound (pembalikan arah naik) terbatas pada perdagangan hari ini.
Pergerakan ini akan diuji oleh level support di rentang 7970-8000 dan level resistance di 8060-8100.
Wall Street Tertekan Tiga Hari Beruntun
Potensi rebound IHSG terjadi di tengah sentimen negatif dari pasar global. Wall Street kembali kompak ditutup melemah pada perdagangan Kamis (25/9/2025), melanjutkan penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Pelemahan ini dipicu oleh dua faktor utama:
Tekanan Saham Teknologi: Saham raksasa teknologi Oracle anjlok 5%, melanjutkan penurunan tajam tiga hari beruntun. Tekanan muncul setelah keraguan atas prospek bisnis kecerdasan buatan (AI) yang selama ini mendorong rally sahamnya. Saham Tesla juga menjadi laggard dengan penurunan 4%.
Kenaikan Yield Obligasi: Kenaikan yield obligasi pemerintah AS dipicu oleh data klaim tunjangan pengangguran yang turun menjadi 218 ribu, lebih rendah dari perkiraan.
Baca Juga: Profit Taking Investor Redam Wall Street, Mampukah IHSG Kembali Menguat Hari Ini?
Data tenaga kerja yang solid, ditambah revisi pertumbuhan ekonomi kuartal II AS menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga berikutnya. Investor kini menanti data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat (26/9).
Di pasar Asia, bursa bergerak bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,27%, namun bursa lainnya seperti Hang Seng Hong Kong dan Taiex Taiwan terkoreksi, terseret aksi jual saham teknologi global seperti Nvidia dan Oracle.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Dengan potensi rebound terbatas, beberapa saham menjadi pilihan untuk speculative buy merujuk pada kajian harian BNI Sekuritas:
CDIA direkomendasikan Spec Buy di area beli 1635-1685, dengan target dekat 1720-1790. Batasi kerugian di bawah 1635.
MINA direkomendasikan Spec Buy di area beli 170, dengan target dekat 173-180. Batasi kerugian di bawah 162.
PGAS direkomendasikan Spec Buy di area beli 1705-1715, dengan target dekat 1725-1735. Batasi kerugian di bawah 1700.
Investor diimbau untuk tetap mencermati pergerakan yield obligasi AS dan perkembangan data inflasi global, yang akan menjadi penentu arah pasar di akhir pekan.
Desclaimer: Redaksi hanya menyampaikan informasi. Segala risiko dan keputusan ada di tangan pembaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja