-
Wall Street terkoreksi (melemah) setelah Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa valuasi aset terlihat cukup tinggi, yang memicu aksi profit taking oleh investor.
-
IHSG menutup perdagangan dengan penguatan sangat tipis sebesar 0,02% ke level 8.126,55, menunjukkan kehati-hatian investor domestik di tengah sentimen negatif global.
-
Meskipun indeks menguat, mayoritas saham (461 saham) melemah, dan nilai transaksi terbesar didominasi oleh saham-saham di sektor sumber daya alam seperti EMAS, BUMI, dan BRPT.
Suara.com - Perdagangan saham global menunjukkan pergerakan yang kontras, di mana bursa utama Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia hanya mampu menguat tipis.
Pelemahan di Wall Street dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah pernyataan dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.
Wall Street Terkoreksi Usai Komentar The Fed
Pada perdagangan Rabu (24/9) waktu AS atau Kamis pagi WIB, tiga indeks utama Wall Street kompak terkoreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,37% ke 46.121,28, S&P 500 (SPX) melemah 0,28% ke 6.637,98, dan Nasdaq Composite (IXIC) terkoreksi 0,33% ke 22.497,86.
Pelemahan ini didorong oleh komentar Jerome Powell yang menyebut bahwa The Fed menghadapi tantangan sulit dalam menyeimbangkan kebijakan suku bunga di tengah tanda-tanda pasar tenaga kerja yang melemah, tanpa memicu inflasi lebih lanjut.
Hal yang paling menarik perhatian investor adalah peringatan Powell bahwa valuasi aset terlihat cukup tinggi.
Menurut Chief Investment Officer LNW, Ron Albahary, dengan S&P 500 diperdagangkan pada sekitar 23–24 kali perkiraan laba, valuasi tersebut memang terlihat mahal.
"Masuk akal jika sebagian investor menggunakan komentar Powell sebagai alasan untuk melakukan profit taking," tambahnya, dikutip via Reuters.
Aksi jual ini mengakhiri reli saham yang sempat didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga pekan sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Sempat Bergerak ke Level Tertinggi, Tapi Langsung Anjlok di Rabu Pagi
IHSG Hanya Mampu Menguat Tipis
Berbeda dengan bursa AS, IHSG menutup perdagangan Rabu (24/9/2025) di zona hijau, meskipun hanya menguat sangat tipis. IHSG naik 1,35 poin atau 0,02% ke level 8.126,55.
Pergerakan sepanjang hari terbilang fluktuatif, berkisar antara 8.077,84 hingga 8.169,01.
Meskipun IHSG menguat secara indeks, tren pergerakan saham didominasi oleh sentimen negatif, tercermin dari 461 saham yang melemah, berbanding 243 saham yang menguat.
Total volume transaksi mencapai 55,13 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp38,33 triliun.
Saham-saham dengan nilai transaksi terbesar (top value) didominasi oleh sektor sumber daya alam, dipimpin oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai transaksi Rp2,82 triliun, diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp2,01 triliun, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp1,55 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS
-
KPPU Hukum 97 Pinjol, Denda Fantastis Rp755 Miliar Menanti
-
Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
-
BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun
-
Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat
-
Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
-
Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935
-
Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal