-
Capaian sektor energi dinilai positif; transisi energi bergerak nyata.
-
Lifting migas melampaui target APBN 2025; subsidi mulai ditata.
-
Pemerintah resmikan 55 proyek EBT dengan total kapasitas 379,7 MW.
Suara.com - Kalangan akademisi mengomentari capaian kinerja Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor energi. Para akademisi menilai, target-target sektor energi hingga optimalisasi sumber energi baru terbarukan (EBT) mulai berjalan sesuai target.
Koordinator Proyek Renewable Energy Integration Demonstrator Indonesia (REIDI) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, mengatakan, pemerintah telah mengubah wacana transisi energi menjadi gerakan nyata.
"Ini sudah saatnya Indonesia tidak lagi hanya bicara, tapi melangkah nyata menuju kemandirian energi. Program seperti REIDI menunjukkan bagaimana universitas, industri, dan pemerintah bisa bekerja bersama dalam membangun ekosistem energi yang efisien dan berkelanjutan," ujarnya seperti dikutip, Jumat (17/10/2025).
Menurut Ary, sinergi lintas sektor yang digagas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi kunci dalam mendorong pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia.
"Kemandirian energi ini bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga soal bagaimana kita menguasai teknologi dan sistemnya. Pemerintah di bawah Pak Prabowo dan Pak Bahlil sudah bergerak ke arah itu," imbuhnya
Sementara itu, Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menilai langkah penataan ulang subsidi energi dan peningkatan lifting migas menjadi bukti keseimbangan antara transisi energi hijau dan keberlanjutan pasokan energi nasional.
"Kita sudah meriset di pusat kajian ilmu ekonomi, dan beban subsidi energi kita itu 4 persen dari GDP (gross domestic product). Masalahnya, subsidi ini ternyata 11 kali lebih besar dinikmati oleh 20 persen masyarakat kaya dibanding golongan miskin. Nah, ini yang sekarang mulai diperbaiki," beber Hendry.
Hendry juga menyoroti pencapaian lifting minyak dan gas yang telah melampaui target APBN 2025.
"Sesuatu yang sudah ditargetkan dan itu sudah melampaui target tentu ini bagus ya. Dan saya rasa itu sudah on the right track di track yang benar," imbunya.
Baca Juga: Optimalkan Cadangan Migas, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Gunakan Teknologi Ini
Menurutnya, kebijakan legalisasi sumur minyak rakyat juga menjadi bagian dari strategi kemandirian energi nasional.
"Berarti sumur minyak rakyat itu berpengaruh ya? Berpengaruh juga. Besar atau kecil itu pasti berpengaruh terhadap lifting total nasional kita," sambungnya,
Di sisi lain, Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair), Falih Suaedi, menilai arah kebijakan energi di era Prabowo-Gibran sudah semakin terintegrasi dan berpihak pada kedaulatan nasional.
"Pemerintah saat ini tidak hanya bicara soal penyediaan energi, tapi juga kemandirian dalam mengelola. Itu artinya, negara sedang mengarah pada ketahanan energi yang sesungguhnya," jelas Falih.
Hingga pertengahan 2025, pemerintah telah meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT), terdiri atas tiga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan total kapasitas mencapai 379,7 MW. Proyek-proyek ini termasuk program listrik pedesaan PLN di berbagai daerah.
Selain mempercepat proyek energi hijau, pemerintah juga menjaga kestabilan energi nasional dengan target lifting migas 605 ribu barel per hari (bph) dan 5.628 MMSCFD gas bumi. Hingga Juni 2025, realisasi lifting minyak telah mencapai 608 ribu bph, melampaui target yang ditetapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian