-
SLIK bukan penentu tunggal kredit bank, pertimbangan risiko tetap berlaku.
-
Pemerintah siapkan pemutihan utang kecil Rp1 juta untuk akses KPR.
-
OJK minta data Tapera mengenai 100 ribu warga terhambat SLIK KPR.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tak hanya jadi satu-satunya patokan bank dalam memberikan kredit ke masyarakat. Termasuk dalam memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bank tetap bisa menyalurkan pembiayaan ke nasabah yang alami kredit macet, tapi pasti dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada.
"Kalau ada kolektivitas yang enggak lancar, itu kalau bank mau ngasih silakan saja, tetap dengan manajemen risiko yang sudah diperhitungkan oleh mereka. Jadi sudah ada himbauan yang sangat jelas bahwa itu bukan penentu, semua dikembalikan kepada perbankannya," ujarnya saat ditemui di Purwokerto, yang dikutip, Senin (20/10/2025).
Dalam hal ini, Wanita yang kerap disapa Kiki ini telah meminta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk menyerahkan data masyarakat yang sulit mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) imbas SLIK.
"Terkait dengan SLIK ini, kemarin kami sudah minta kepada Pak Heru, Ketua Komite Tapera. Kan beliau mengatakan ada 100.000, ya kita minta datanya, tolong disampaikan ke kita," imbuhnya.
Kiki memastikan, OJK akan mendukung program pemerintah seperti progrma 3 juta rumah, apalagi rumah dengan pembiayaan yang mudah dan murah.
"Kami sangat mendukung program pemerintah. Siapa sih yang enggak senang lihat masyarakat bisa punya banyak rumah yang semakin affordable buat mereka? Itu tentunya sangat kita dukung, yah," imbuhnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Salah satunya dengan memutihkan utang kecil di bawah Rp1 juta yang kerap menjadi penghalang dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Menurut Purbaya, laporan dari BP Tapera menunjukkan ada lebih dari 100 ribu masyarakat yang layak memperoleh perumahan, namun terkendala karena catatan utang kecil di SLIK.
Baca Juga: OJK Awasi Ketat Saham Gorengan yang Disorot Menkeu Purbaya
“Banyak masyarakat yang sebenarnya layak, tapi terhalang mengakses KPR karena punya catatan utang kecil, seringkali di bawah Rp1 juta,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian PUPR, Selasa (14/10/2025).
Ia menegaskan, pihaknya telah meminta BP Tapera untuk melakukan pendataan terhadap calon debitur KPR yang terganjal karena pinjaman kecil tersebut. “Saya sudah meminta kepada BP Tapera untuk melakukan pendataan calon debitur KPR yang terhambat karena memiliki pinjaman sampai Rp1 juta untuk nantinya dapat diputihkan,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros