-
IHSG ditutup menguat 0,22 persen ke level 8.184 pada Jumat, 31 Oktober 2025.
-
Kenaikan indeks didorong oleh penguatan saham sektor keuangan dan energi.
-
Investor menilai pasar mulai menunjukkan sinyal rebound setelah tekanan sepanjang pekan lalu.
Menurut Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan kenaikannya. Indeks saat ini berada pada fase awal dari sebuah gelombang penguatan baru.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan di awal wave (iii) dari wave [iii], dengan area penguatan terdekat di kisaran 8.268 hingga 8.354," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Pandangan senada juga datang dari para pakar pasar modal. Ryan Filbert, seorang praktisi dan inspirator investasi di Indonesia, sering menekankan pentingnya melihat tren jangka panjang.
"Pasar saham dalam jangka pendek bisa sangat fluktuatif, namun dalam jangka panjang, fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan adalah kunci utamanya," kutipan tersebut seringkali menjadi pengingat bagi para investor.
Meskipun prediksi menunjukkan potensi penguatan, para analis juga mengingatkan investor untuk tetap waspada. Terdapat level support atau batas bawah yang perlu diperhatikan di area 8.042.
Jika IHSG gagal bertahan di atas level support tersebut, ada kemungkinan terjadi koreksi atau penurunan harga. Oleh karena itu, strategi investasi yang cermat sangat diperlukan.
Kesimpulan
Penguatan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin memberikan sinyal positif bagi pasar. Kenaikan ini didukung oleh sentimen global yang membaik dan aksi beli investor asing.
Beberapa sektor seperti teknologi dan energi menunjukkan kinerja yang solid. Namun, investor tetap harus mencermati dinamika pasar dan potensi risiko koreksi.
Baca Juga: Saham TOBA Milik Opung Luhut Kebakaran, Aksi Jual Investor Marak
Dengan berbagai analisis dan data yang ada, pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif. Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Simak terus update saham harian dan analisis pasar modal hanya di sumber terpercaya Anda. Keputusan investasi yang bijak selalu didasarkan pada informasi yang akurat dan komprehensif.
Berita Terkait
-
Saham TOBA Milik Opung Luhut Kebakaran, Aksi Jual Investor Marak
-
Saham BBRI Dekati Level 4.000 Usai Rilis Laba Bersih Rp41,23 Triliun
-
Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Solid: Investasi Tembus Rp1.434 T, Konsumsi Tetap Kuat
-
Sentimen The Fed Tahan IHSG di Bawah Resistance 8180
-
Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
ANTAM dan IBC Gandeng Huayou Cobalt Percepat Hilirisasi Baterai Nasional
-
Antam dan IBI Garap Proyek Baterai Bareng Konsorsium China: Nilai Investasi Capai 6 Miliar Dolar AS
-
BBM di Shell Kembali Langka? Ini Kata ESDM
-
CORE: Pimpinan OJK yang Baru Harus Berani Tindak Emiten Bermasalah
-
Ramai Spekulasi di Pasar Modal Setelah Pimpinan OJK Mundur Berjemaah
-
Harga Emas Pegadaian Turun di Sabtu 31 Januari
-
Harga Emas Antam Anjlok Dalam di Sabtu Pagi
-
Para Bos OJK Mundur Berjamaah, Kini Giliran Mirza Adityaswara
-
Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Punya Pengalaman Danareksa Hingga Pertamina
-
PIS Catat Kurangi 116 Ribu Ton Emisi di 2025