- Menteri Koperasi dan UKM menyoroti produk China masuk pasar Indonesia tanpa sertifikasi dan perizinan yang berlaku.
- UMKM lokal sangat dirugikan karena harus memenuhi berbagai persyaratan ketat sebelum menjual produk mereka di pasar.
- Ketimpangan aturan impor ini mendorong rencana pemerintah mensterilkan pasar domestik dengan memperketat jalur masuk barang asing.
Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menyoroti betapa mudahnya produk-produk asal China masuk ke pasar Indonesia, tanpa proses sertifikasi dan perizinan yang semestinya.
Ia menilai, kondisi ini menempatkan pelaku UMKM lokal dalam posisi paling dirugikan karena harus memenuhi berbagai persyaratan ketat sebelum bisa menjual produknya.
Maman menjelaskan, barang impor, khususnya dari China, dapat beredar di pasar domestik tanpa mengikuti regulasi yang sama dengan pelaku usaha dalam negeri.
“Barang-barang China, produknya masuk Indonesia, nggak perlu lewat sertifikasi perizinan segala macem,” ujar Maman saat Rapimnas Kadin di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan kompetisi yang tidak seimbang. UMKM lokal wajib melalui berbagai prosedur administratif dan teknis sebelum produknya dapat dipasarkan.
Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, PIRT, SNI, hingga izin BPOM untuk produk tertentu.
“Tapi kalau barang Indonesia, UMKM lokal kita, dia harus lewatin yang pertama NIB. Ngurusin sertifikat halal… PIRT, terus SNI, terus BPPOM, dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut Maman, ketimpangan aturan ini membuat UMKM seperti bertanding di lapangan sendiri namun justru tidak mendapatkan perlindungan.
Ia menilai ironi tersebut semakin memperlihatkan perlunya keberpihakan negara terhadap produk lokal.
Baca Juga: Lonjakan Impor Baju Bekas Sentuh 3.600 Ton, Menteri UMKM: Lapangan Kita Dibanjiri Barang Thrifting
“Kalau misalnya tim basketnya main di tuan rumah pasti lebih diuntungkan. Tapi berbeda dengan produk komunitas lokal kita, UMKM lokal kita, main di Indonesia nggak diuntungkan. Nah ini ironis sekali,” jelasnya.
Maman menyebut persoalan ini bukan sekadar masalah perdagangan, melainkan menyangkut keberlangsungan pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia.
Ia memandang produk impor yang masuk tanpa standar justru merusak ekosistem usaha domestik yang selama ini berusaha dipertahankan pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa inilah alasan utama pemerintah berencana mensterilkan pasar domestik dalam waktu dekat dengan memperketat jalur impor, terutama di sektor yang paling terdampak seperti fesyen.
“Kalau lapangannya tidak disterilisasi, nggak akan mungkin UMKM bisa survive,” ucap Maman.
Berita Terkait
-
Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!
-
Cek Status dan Syarat Pencairan TPG Triwulan IV 2025 Melalui Info GTK
-
Tekstil RI Suram, Pengusaha Minta Tolong ke Menkeu Purbaya
-
5 HP Flagship Lolos Sertifikasi di Indonesia: Pakai Dimensity dan Snapdragon Terbaru
-
50 UMKM Raih Sertifikasi Produk Halal, Hasil Pelatihan dari BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini Varian Produk dan Ulasannya
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Tega! Pria di Grobogan Perkosa Nenek Berusia 90 Tahun yang Sedang Sendirian di Rumah
-
Beras Mahal Disuruh Tanam Padi Sendiri: Menggugat Logika Lepas Tangan Pemerintah
-
Nilai Dakwaan Tak Terbukti, Abdul Wahid Yakin Dapat Putusan Bebas
-
IHSG Tetap Menghijau Hingga Akhir Perdagangan, TPIA dan BNBR Diserok
-
Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas
-
Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin
-
Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah
-
DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia