- Rupiah melemah tipis 0,01% pada Rabu (3/12/2025) dibuka di level Rp16.626 per dolar AS.
- Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, tetapi peso Filipina dan won Korea melemah pagi itu.
- Pelemahan rupiah diwaspadai karena sentimen global (Rusia-Ukraina) dan data utang pemerintah kuartal III-2025 mencapai Rp9.408,64 triliun.
Suara.com - Nilai tukar rupiah melemah sedikit pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (3/12/2025) dibuka di level Rp16.626 dolar Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah melemah 0,01 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.625 per dolar AS.
Selain itu, beberapa mata uang asia menunjukkan fluktuatif terhadap dolar.
Beberapa mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan baht Thailand menguat 0,25 persen.
Disusul, yen Jepang menguat 0,13 persen, yuan China menguat 0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Peso Filipina melemah 0,27 persen. won Korea melemah 0,12 persen, dan dolar Taiwan melemah 0,03 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,23, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,35
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menyatakan bahwa rupiah harus mewaspadai sentimen dari global dan dalam negeri. Apalagi, dari tekanan Rusia-Ukraina kembali memanas.
Hal itu setelah meningkatnya frekuensi serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur Rusia.
Baca Juga: Rupiah Menguat di Penutupan Pasar, Sentimen The Fed dan Kebijakan BI Jadi Penopang
"Serangan baru-baru ini sempat mengganggu pemuatan di terminal Laut Hitam Konsorsium Pipa Kaspia, jalur utama untuk minyak mentah Kazakhstan dan Rusia," katanya.
Selain itu, ketegangan antara Washington dan Caracas semakin dalam setelah para pejabat AS mengisyaratkan mereka mungkin akan memperketat pembatasan terhadap Venezuela, termasuk menutup wilayah udara mereka.
"Langkah ini menyusul meningkatnya tekanan AS terhadap Venezuela, dengan Trump menuduh negara itu membiarkan pengiriman narkoba mengalir dari wilayahnya," bebernya.
Sedangkan sentimen dalam negeri dipengaruhi oleh data Kementerian Keuangan yabg mencatatkan, posisi utang pemerintah per akhir Kuartal III-2025 senilai Rp 9.408,64 triliun.
Jika dirinci lebih lanjut, komposisi utang pemerintah Rp 9.408,64 triliun itu didominasi oleh hasil penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 8.187,55 triliun atau sekitar 87,02 persen.
"Sedangkan yang berasal dari pinjaman mencapai Rp 1.221,09 triliun (12,98 persen)," tandasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Ngacir di Penutupan Sore ke Level Rp 16.708, Imbas BI Rate Ditahan
-
The Fed Bisa Bikin Rupiah Tembus Rp16.775 Hari Ini
-
Tunggu Keputusan BI-Rate, Rupiah Masih Keok Lawan Dolar Amerika
-
Gubernur BI: Redenominasi Rupiah Perlu Waktu 6 Tahun
-
Aksi Jatuh Bareng: Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Terkoreksi
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele